Foto: Suasana konsolidasi internal DPW Partai NasDem Provinsi Bali di DPD NasDem Kabupaten Klungkung.
Klungkung
Partai NasDem Kabupaten Klungkung membidik peningkatan signifikan perolehan kursi pada Pemilu 2029. Setelah meraih dua kursi DPRD Klungkung pada Pemilu 2024, NasDem menargetkan sedikitnya tiga kursi sekaligus membuka peluang untuk menambah satu kursi lagi menjadi empat.
Target tersebut disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Klungkung I Ketut Sukma Sucita dalam konsolidasi internal DPW Partai NasDem Bali di Klungkung, Jumat (31/7/2026). Konsolidasi yang digelar secara maraton di seluruh kabupaten/kota se-Bali sejak Kamis (30/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus memantapkan strategi pemenangan NasDem menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan di Klungkung dihadiri Ketua DPW Partai NasDem Bali Ir. I Nengah Senantara, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW Partai NasDem Gorontalo Agustinus Moruk Taek alias Ampy, Ketua DPD Partai NasDem Klungkung I Ketut Sukma Sucita, serta jajaran pengurus dan kader NasDem Klungkung.
Sukma Sucita mengatakan, target empat kursi DPRD Klungkung menjadi bagian dari evaluasi dan pembenahan internal partai. NasDem mengakui masih terdapat kelemahan dalam penataan organisasi pada pemilu sebelumnya. Karena itu, konsolidasi kali ini diarahkan untuk memastikan seluruh struktur partai memahami tugas dan fungsi masing-masing serta mampu bekerja secara terukur.
“Dengan kelemahan kita kemarin yang tidak tertata dengan baik, kita mengakui kekurangan itu. Sekarang dengan adanya arahan dari DPP, mentor yang ada, serta pendampingan yang terus-menerus, saya yakin kalau ini dilaksanakan, tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Sukma Sucita yang juga Anggota DPRD Klungkung itu.
Ia menegaskan, NasDem Klungkung setidaknya ingin mengembalikan perolehan tiga kursi yang pernah diraih sebelumnya. Namun, target tersebut tidak berhenti di angka tiga. Dengan kerja keras seluruh kader dan pengurus, NasDem Klungkung optimistis dapat menambah satu kursi lagi.
“Minimal mengembalikan yang hilang dulu, tiga kursi. Kalau perlu, dan kita sangat berharap serta berusaha bekerja keras dari semua pihak, bisa menambah satu kursi lagi menjadi empat kursi,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Sukma menilai penguatan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah menjadi kunci. Setiap elemen partai tidak boleh hanya tercantum dalam struktur kepengurusan, tetapi harus benar-benar aktif menjalankan tugasnya.
“Semua elemen partai harus bekerja sesuai tupoksi masing-masing dan sesuai dengan struktur. Jadi, betul-betul struktur itu paham apa yang harus dikerjakan,” katanya.
Selain memperkuat struktur, seluruh organ partai juga didorong untuk bekerja secara kolaboratif. Menurut Sukma, NasDem harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat di setiap wilayah, sehingga keberadaan partai tidak hanya terlihat dalam struktur formal, tetapi benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat.
“Kalau dulu mungkin hanya sekadar nama untuk pemenuhan struktur kepengurusan, sekarang harus mengadopsi semua elemen dan semua daerah yang ada di wilayah kita,” ujarnya.
Strategi penguatan organisasi tersebut, kata Sukma, dibahas secara detail, terinci, dan terukur dalam rangkaian konsolidasi. Ia menyebut strategi yang diberikan dalam konsolidasi menjadi bekal penting bagi NasDem Klungkung untuk membangun kekuatan politik menghadapi pemilu mendatang.
Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Bali yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, menegaskan konsolidasi dilakukan sebagai langkah konkret untuk memperkuat posisi NasDem di seluruh Bali.
Menurut Senantara, seluruh kursi yang telah dimiliki NasDem harus dipertahankan. Pada saat yang sama, partai harus mampu meningkatkan perolehan kursi pada pemilu berikutnya dengan target suara yang jelas dan terukur.
“Nah, tentu untuk itu semua saya selaku Ketua DPW NasDem Bali mengambil langkah-langkah konkret untuk bisa menentukan arah Partai NasDem Bali ke depan. Jumlah target suara yang kita tentukan berapa, itu agar jelas,” ungkap Senantara.
Untuk memperkuat kapasitas pengurus dan memberikan inspirasi strategi pemenangan, DPW NasDem Bali menghadirkan Agustinus Moruk Taek alias Ampy, Wakil Ketua Bidang OKK DPW Partai NasDem Gorontalo.
Gorontalo menjadi salah satu rujukan karena dinilai berhasil melakukan lompatan politik melalui penguatan kaderisasi dan struktur organisasi. Senantara menyebut keberhasilan tersebut dapat menjadi barometer bagi NasDem Bali dalam menyusun strategi menuju Pemilu 2029.
“Itulah sebabnya saya mengundang salah satu kader Partai NasDem, Kakak Ampy, yang sudah berhasil menggolkan kaderisasi di Gorontalo. Awalnya kursinya kosong di semua tingkatan. Terakhir sekarang di provinsi ada tujuh, di kabupaten ada 37, dan di DPR RI ada satu. Juga ada banyak kepala daerah dari NasDem. Ini menjadi barometer buat Bali,” kata Senantara.
Ia pun menegaskan tekad untuk mempelajari dan mengadopsi pola sukses NasDem Gorontalo dengan menyesuaikannya terhadap kondisi Bali.
“Kita akan belajar dari kisah sukses Gorontalo dan mengulang kisah sukses Gorontalo. Kita akan tiru pola-pola yang ada di Gorontalo,” tegasnya.
Ampy dalam kesempatan tersebut memaparkan perjalanan NasDem Gorontalo yang berhasil meningkatkan perolehan kursi secara signifikan. Dari satu kursi pada 2018, NasDem Gorontalo disebut mampu meningkat menjadi 17 kursi, kemudian kembali bertambah menjadi 37 kursi pada Pemilu 2024.
“Strateginya apa? Semua desa ada NasDem, DPRD, TPS, semua ada NasDem. Kita pindahkan cerita sukses Gorontalo ke Bali,” tegas Ampy.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi kader dalam membangun kekuatan partai hingga tingkat akar rumput. Faktor figur juga dinilai memiliki peran penting, termasuk sosok Rachmat Gobel yang disebut rajin turun langsung ke masyarakat.
Melalui konsolidasi internal ini, NasDem Bali kini mulai mengarahkan seluruh kekuatan organisasi untuk bekerja lebih terstruktur, kolaboratif, dan terukur. Di Klungkung, target empat kursi DPRD menjadi sasaran politik yang hendak diwujudkan melalui pembenahan internal dan penguatan mesin partai hingga tingkat akar rumput.



































