Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Jakarta
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kolaborasi untuk memberantas peredaran narkoba melalui vape yang dinilai semakin mudah dan berbahaya.
“Saya minta Polri bersinergi penuh dengan BNN untuk memberantas pola baru peredaran narkoba lewat medium vape ini,” kata Sahroni, Selasa (5/5/2026).
Ia menilai, modus baru ini menunjukkan bahwa produksi narkotika tidak lagi membutuhkan jaringan besar maupun peralatan rumit, sehingga berpotensi semakin masif.
“Dari kasus ini terlihat bahwa memproduksi narkotika model begini tidak butuh jaringan besar, tidak butuh alat rumit, bahkan bisa dilakukan oleh sedikit orang,” paparnya.
Menurut Sahroni, perkembangan modus ini menandakan semakin tipisnya batas penyalahgunaan narkoba di masyarakat.
“Artinya, barrier penyalahgunaan narkoba ini makin tipis dan makin berbahaya,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa pola seperti ini harus segera diputus agar tidak memicu kemunculan lebih banyak laboratorium kecil ilegal.
“Kalau pola ini tidak diputus sekarang, ke depan bisa makin banyak ‘pabrik-pabrik kecil’ narkoba model begini bermunculan,” kata legislator dari dapil DKI Jakarta III itu.
Karena itu, Sahroni mendesak aparat untuk bertindak lebih agresif dan menyeluruh dalam penindakan.
“Sikat sampai ke akar-akarnya, telusuri jaringan distribusinya, pemasok bahan bakunya, sampai pembelinya. Jangan beri ruang sedikit pun bagi pola baru peredaran narkoba seperti ini berkembang di masyarakat,” tegas Sahroni.



































