Foto: Anggota DPRD Kabupaten Bangli dari Fraksi Partai NasDem, I Ketut Guna.
Bangli
Anggota DPRD Kabupaten Bangli dari Fraksi Partai NasDem, I Ketut Guna, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-822 Kabupaten Bangli. Dalam momentum bersejarah tersebut, ia juga menyampaikan sejumlah harapan besar bagi masa depan Bangli agar mampu tumbuh menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai tradisinya.
Saat diwawancarai, I Ketut Guna menegaskan bahwa usia 822 tahun menjadi perjalanan panjang yang sarat makna bagi masyarakat Bangli. Menurutnya, HUT Bangli bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi untuk memperkuat arah pembangunan daerah yang tetap berpijak pada adat, budaya, dan kearifan lokal Bali.
Dalam peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bangli mengangkat tema “Bhakti, Ratna, Radhaka”, sebuah ungkapan yang sarat makna filosofis dan menjadi pedoman utama langkah pembangunan ke depan. Tiga kata kunci tersebut memiliki arti mendalam. Bhakti berarti pengabdian tulus kepada masyarakat dan daerah; Ratna melambangkan nilai-nilai mulia yang dijaga layaknya permata kehidupan; sedangkan Radhaka bermakna ketulusan hati serta semangat mengabdi yang penuh cinta terhadap tanah kelahiran.
“Bangli memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya yang luar biasa. Ke depan, Bangli harus mampu menjadi kabupaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing, namun tetap menjaga adat dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai Kabupaten Bangli memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali. Keindahan alam Kintamani, kekayaan seni budaya, serta kuatnya semangat gotong royong masyarakat disebut sebagai modal utama yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah mampu membuka peluang investasi yang sehat dan berpihak kepada masyarakat lokal, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan maupun nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Selain itu, Ketut Guna juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga akses digital dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang harus terus diperkuat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bangli.
Menurutnya, pembangunan yang merata akan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang dan berkarya di daerahnya sendiri, tanpa harus meninggalkan kampung halaman demi mencari masa depan di luar daerah.
Di sektor ekonomi, ia menilai pertanian dan pariwisata tetap menjadi tulang punggung pembangunan Bangli. Potensi pertanian organik, agrowisata, serta pariwisata berbasis budaya dan spiritual dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara maksimal.
“Ke depan masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah, bukan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu memastikan masyarakat lokal benar-benar mendapatkan manfaat dari perkembangan pariwisata dan investasi,” tegasnya.
Momentum HUT ke-822 Kabupaten Bangli juga diharapkan menjadi ruang mempererat persatuan masyarakat. Perbedaan pandangan politik maupun kepentingan, menurutnya, tidak boleh mengikis rasa persaudaraan antarsesama krama Bangli.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat menyama braya, gotong royong, dan kebersamaan demi mewujudkan Bangli yang harmonis, aman, dan damai.
“Dengan kepemimpinan yang kuat, masyarakat yang solid, dan generasi muda yang kreatif serta cinta daerahnya, saya yakin Bangli akan terus melangkah maju tanpa kehilangan akar budaya dan jati dirinya,” tutup I Ketut Guna.



































