Foto: Pelayat memberikan doa terbaik untuk Ketua Bappilu DPD Partai NasDem Karangasem I Nyoman Winata di RS Dharma Yadnya Jalan WR Supratman Denpasar, Sabtu (9/5/2026).
Karangasem
Kabar duka datang dari dunia politik Kabupaten Karangasem. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Karangasem, I Nyoman Winata, meninggal dunia setelah menjalani operasi jantung di RSUP Prof. IGNG Ngoerah Sanglah, Denpasar, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Kepergian mantan anggota DPRD Karangasem tiga periode itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Partai NasDem, tetapi juga masyarakat Karangasem yang mengenalnya sebagai sosok politisi senior dengan perjalanan panjang di dunia politik daerah.
Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Sakit Dharma Yadnya, Jalan WR Supratman, Denpasar Timur. Rencananya, upacara ngaben akan dilaksanakan di Krematorium Punduk Dawa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, pada Anggara Wage Gumbreg, Selasa (12/5/2026).
Suasana haru tampak menyelimuti rumah duka. Sejumlah kolega politik, kerabat, dan masyarakat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus doa terbaik bagi almarhum. Istri almarhum, Ni Made Candrawati, bersama kakak kandung almarhum, I Wayan Winda, menerima para pelayat yang datang dengan penuh kesedihan.
Penasihat DPD Partai NasDem Karangasem, I Gusti Made Tusan, turut hadir langsung mengoordinasikan prosesi melayat di RS Dharma Yadnya. Ia mengenang almarhum sebagai figur pekerja keras dan pejuang politik yang konsisten hingga akhir hayatnya.
“Beliau sosok yang gigih dan penuh dedikasi. Saya pribadi memohon maaf atas segala kesalahan selama berinteraksi. Terima kasih atas perjuangannya untuk partai dan masyarakat Karangasem. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujar Tusan dengan suara lirih.
Semasa hidupnya, I Nyoman Winata dikenal sebagai politisi senior yang cukup lama berkiprah di panggung politik Karangasem. Karier politiknya bermula di DPC PDI Perjuangan Karangasem. Di partai berlambang banteng tersebut, ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Karangasem.
Almarhum tercatat tiga periode duduk sebagai anggota DPRD Karangasem, yakni periode 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024. Pengalaman panjangnya membuat Winata dikenal luas sebagai salah satu tokoh politik berpengaruh di Karangasem.
Menjelang Pilkada Karangasem 2024, Winata mengambil langkah politik baru dengan bergabung ke DPD Partai NasDem Karangasem. Di partai besutan Surya Paloh tersebut, ia dipercaya memimpin Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu).
Sebagai politisi senior asal Banjar Asak Kawan, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Winata disebut turut berperan penting dalam kemenangan pasangan I Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa pada Pilkada Karangasem 2024 lalu.
Di balik kiprah politiknya, keluarga mengenang Winata sebagai sosok yang kuat dan penuh semangat menghadapi sakit yang dideritanya. Sang istri, Ni Made Candrawati, menceritakan bagaimana almarhum sempat menjalani operasi jantung pada Rabu (29/4/2026).
Sehari setelah operasi, Kamis (30/4/2026) pagi, kondisi almarhum sempat membaik dan sudah sadar. Namun keluarga belum diperbolehkan menjenguk. Candrawati baru diizinkan menemui sang suami pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA.
“Dua jam setelah saya bertemu, kondisinya mendadak menurun. Beliau kemudian menjalani cuci darah sampai tiga kali,” tutur Candrawati.
Ia menjelaskan, proses cuci darah kedua sempat mengalami kendala karena kondisi jantung almarhum yang melemah. Setelah menunggu beberapa waktu, proses tersebut akhirnya bisa kembali dilanjutkan.
Beberapa hari kemudian, tim medis menemukan adanya infeksi bakteri pada ginjal almarhum. Kondisi itu membuat proses perawatan semakin intensif, termasuk tindakan pembersihan dan cuci darah lanjutan. Namun kondisi Winata terus memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Kamis dini hari.
Almarhum I Nyoman Winata meninggalkan seorang istri, dua anak, dan tiga cucu. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, dan dunia politik Karangasem.



































