Foto: NasDem Karangasem melakukan penanaman ratusan bibit kelapa gading, tanaman sakral yang memiliki fungsi penting sebagai sarana upakara umat Hindu di Bali.
Karangasem
DPD Partai NasDem Kabupaten Karangasem menutup rangkaian kegiatan tahun 2025 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026 dengan aksi nyata yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat. Bertempat di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Jumat (26/12/2025), NasDem Karangasem melakukan penanaman ratusan bibit kelapa gading, tanaman sakral yang memiliki fungsi penting sebagai sarana upakara umat Hindu di Bali.
Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus DPW dan DPD NasDem Karangasem, kader, serta simpatisan partai. Penanaman kelapa gading dipilih sebagai bentuk politik yang membumi, berangkat dari kebutuhan riil masyarakat adat dan keagamaan, sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk meringankan beban biaya upacara yang kian meningkat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Bukit Puncak Mangun, Desa Ban. Momentum spiritual tersebut menjadi penegasan bahwa gerak politik NasDem tidak terlepas dari nilai-nilai religius, kearifan lokal, serta filosofi Tri Hita Karana, harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Usai persembahyangan, NasDem Karangasem menanam sebanyak 200 bibit kelapa gading di kawasan Pura Bukit Mangun. Kelapa gading dikenal sebagai sarana utama dalam berbagai upacara yadnya, mulai dari upacara rumah tangga, desa adat, hingga upacara besar keagamaan.
Ketua DPD Partai NasDem Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, menegaskan bahwa penanaman kelapa gading memiliki makna strategis dan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kelapa gading adalah sarana upakara yang hampir selalu dibutuhkan umat Hindu. Dengan menanamnya sejak sekarang, kami berharap beberapa tahun ke depan masyarakat tidak lagi kesulitan atau terbebani biaya tinggi untuk kebutuhan upacara,” ujar Mas Sumatri.
Mantan Bupati Karangasem itu menambahkan, langkah ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap adat dan budaya Bali yang harus dijaga secara berkelanjutan, bukan sekadar dilestarikan secara simbolik.
“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi menanam keberlanjutan adat dan budaya. Ketika sarana upakara tersedia di lingkungan sendiri, masyarakat akan lebih ringan secara ekonomi, dan tradisi tetap terjaga,” tegasnya.
Selain penanaman kelapa gading, kegiatan sosial juga diisi dengan penyerahan 50 paket sembako dari DPRD Provinsi Bali, serta pelepasan burung dan 350 ekor ikan nila di aliran sungai kawasan Tirta Gangga. Aksi ini menjadi simbol kepedulian terhadap keseimbangan ekosistem sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kebencanaan, Mas Sumatri menegaskan bahwa keberpihakan anggaran harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk aspek sosial, budaya, dan keagamaan.
“Anggaran publik harus hadir untuk meringankan beban masyarakat, baik dalam pendidikan, kesehatan, penanganan bencana, maupun dalam menjaga tradisi dan kehidupan sosial budaya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pelayanan publik NasDem yang konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat. NasDem Karangasem menyediakan layanan ambulans gratis serta kendaraan pickup yang dapat digunakan untuk keperluan upacara keagamaan seperti ngaben, pernikahan, maupun yadnya lainnya.
“Kami ingin kader NasDem selalu hadir saat masyarakat membutuhkan. Politik harus memberi solusi, bukan sekadar janji,” kata Mas Sumatri.
Dalam kesempatan itu, Mas Sumatri juga menekankan pentingnya pendidikan politik yang membumi dan membebaskan masyarakat dari stigma negatif terhadap politik.
“Politik adalah alat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Banyak kebutuhan masyarakat, termasuk adat dan budaya, sulit diperjuangkan tanpa kebijakan politik. Karena itu, masyarakat tidak perlu takut berpolitik,” pungkasnya.
Melalui penanaman bibit kelapa gading ini, NasDem Karangasem menegaskan komitmennya menghadirkan politik yang menyatu dengan kehidupan spiritual, budaya, dan kebutuhan nyata masyarakat Bali.



































