Foto: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata saat menghadiri Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Jumat (10/4/2026).
Karangasem
Pemerintah Kabupaten Karangasem melaksanakan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Jumat (10/4/2026). Momentum sakral ini menjadi wujud bhakti sekaligus kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi spiritual Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Ketua DPRD I Wayan Suastika, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa bersama Ny. Anggreni Pandu Lagosa, serta jajaran kepala OPD dan Forkopimca Rendang.
Rangkaian upacara dipuput oleh Ida Rsi Nabe Sangging Prabangkara Dwijashanti dari Griya Ganggawati Bangli. Suasana semakin khidmat saat persembahan Tari Rejang Adri dipentaskan sebagai bagian dari upakara.
Momen istimewa terlihat ketika Ketua WHDI Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, turut ngayah menari bersama 108 penari yang berasal dari berbagai kecamatan serta perwakilan guru se-Kabupaten Karangasem. Penampilan ini menjadi simbol kekuatan gotong royong dan dedikasi perempuan Bali dalam menjaga warisan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangasem juga menyerahkan dana punia sebagai bentuk ketulusikhlasan, seraya memohon anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa demi kesejahteraan dan kerahayuan jagat, menuju Karangasem yang gemah ripah loh jinawi.
Sebagai bagian dari rangkaian besar Karya Pujawali IBTK, upacara di Pura Agung Besakih akan berlangsung selama 21 hari (nyejer) dan dijadwalkan berakhir dengan prosesi mesineb pada 23 April 2026.
Bhakti Penganyar ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual Bali secara berkelanjutan.



































