Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Karangasem Pandu Lagosa dan jajaran pimpinan daerah melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Lempuyang, Rabu (24/12).
Karangasem
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Karangasem Pandu Lagosa dan jajaran pimpinan daerah melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Lempuyang, Rabu (24/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru di Kabupaten Karangasem.
Persembahyangan bersama tersebut dilakukan sebagai wujud rasa bhakti sekaligus permohonan anugerah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar setiap kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan ke depan senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam suasana khidmat, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem bersama jajaran pimpinan daerah memohon tuntunan agar arah pembangunan daerah sejalan dengan visi besar Bali Era Baru yang mengedepankan keseimbangan antara parhyangan, pawongan, dan palemahan.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa dimulainya Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun harus dilandasi oleh spiritualitas dan nilai-nilai adat budaya Bali, bukan semata-mata orientasi fisik dan ekonomi.
“Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ini adalah ikhtiar besar untuk masa depan Bali dan Karangasem. Karena itu, kami awali dengan persembahyangan agar setiap kebijakan yang diambil selalu berpijak pada nilai-nilai luhur dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Par.
Ia menambahkan, pembangunan yang kuat harus berangkat dari keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya serta lingkungan. Menurutnya, spiritualitas menjadi fondasi penting agar pembangunan tidak kehilangan arah dan jati diri Bali.
“Kami ingin pembangunan di Karangasem berjalan selaras dengan alam, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Dengan spirit kebersamaan dan doa, kami optimistis mampu nindihin gumi Bali melalui kerja nyata yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan persembahyangan ini sekaligus menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk bergerak solid bersama seluruh elemen masyarakat dalam mengawal dan mengimplementasikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru.
Dengan semangat Solid Bergerak, Nindihin Gumi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan kesiapan untuk menjalankan pembangunan yang berlandaskan nilai spiritual, budaya, dan kearifan lokal demi masa depan Bali dan Karangasem yang harmonis dan berkelanjutan.



































