Foto: Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa melaksanakan peletakan batu pertama (ngeruak/groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (23/12).
Karangasem
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa melaksanakan peletakan batu pertama (ngeruak/groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (23/12). Pembangunan sekolah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses pendidikan yang berkeadilan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Bali Timur.
Sekolah Rakyat Provinsi Bali dirancang sebagai sekolah berasrama yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Model pendidikan berasrama ini diharapkan mampu memastikan peserta didik memperoleh layanan pendidikan secara utuh, mulai dari pembelajaran akademik, pembinaan karakter, hingga pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) Bali yang inklusif dan berkelanjutan.
Kabupaten Karangasem dipilih sebagai lokasi pembangunan karena masih menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang cukup kompleks, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat di Desa Tulamben, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Karangasem terhadap program tersebut. Ia menegaskan komitmen daerah untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali agar Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Karangasem sangat mendukung pembangunan Sekolah Rakyat ini. Program ini sejalan dengan kebutuhan daerah kami, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan, khususnya di Karangasem dan Bali Timur,” ujar Pandu.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam menjamin masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menilai pendekatan pendidikan berasrama akan memberikan ruang pembinaan yang lebih optimal bagi peserta didik.
“Kami siap bersinergi dan memastikan seluruh perangkat daerah terlibat agar program ini berjalan tepat sasaran. Ini bukan hanya soal membangun sekolah, tetapi membangun harapan dan masa depan generasi Karangasem,” tambahnya.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Karangasem ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Tulamben diharapkan menjadi model pendidikan sosial yang mampu direplikasi di wilayah lain, khususnya daerah-daerah dengan tingkat kerentanan ekonomi yang tinggi.



































