Foto: Ketua DPD Partai NasDem Gianyar, A.A. Oka Kalam, saat konsolidasi NasDem Bali, pada Senin, 15 Desember 2025.
Gianyar
Ketua DPD Partai NasDem Gianyar, A.A. Oka Kalam, menegaskan bahwa peta politik di Kabupaten Gianyar tidak bisa dibaca secara sederhana. Karakter masyarakat yang kuat dalam tradisi namun terbuka terhadap perubahan menjadikan Gianyar sebagai wilayah dengan dinamika politik yang khas dan menantang bagi seluruh partai politik.
Hal tersebut disampaikan Oka Kalam dalam kegiatan konsolidasi Partai NasDem Bali di Gianyar yang dihadiri langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, bersama jajaran pengurus dan kader partai, pada Senin, 15 Desember 2025.
“Masyarakat Gianyar dikenal memiliki karakter yang unik. Mereka hidup dalam komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi, namun pada saat yang sama juga terbuka terhadap modernitas dan perkembangan zaman,” ujar Oka Kalam.
Menurutnya, pertemuan antara kelestarian tradisi dan keterbukaan terhadap perubahan telah membentuk dinamika sosial yang khas di Gianyar. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejarah panjang Gianyar sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar di Bali yang selama berabad-abad mampu menjaga harmoni antara adat, tradisi, dan tuntutan zaman.
“Pertemuan antara kelestarian tradisi dan keterbukaan terhadap perubahan inilah yang menciptakan dinamika sosial khas di Gianyar. Daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar di Bali yang dikenal mampu menjaga harmoni antara adat, tradisi, dan tuntutan zaman,” jelasnya.
Oka Kalam menambahkan, proses historis itu membentuk karakter masyarakat Gianyar yang santun dalam bersikap, namun tetap kritis dan tegas dalam menentukan pilihan politik. Dalam praktiknya, masyarakat Gianyar dinilai memiliki tingkat kedewasaan politik yang cukup tinggi.
“Proses historis tersebut membentuk karakter masyarakat Gianyar yang santun dalam bersikap, tetapi tetap kritis dan tegas dalam menentukan pilihan politik. Dalam konteks politik, masyarakat Gianyar memiliki tingkat kedewasaan politik yang cukup tinggi. Mereka cenderung rasional dalam menentukan pilihan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu primordial atau sentimen sesaat,” katanya.
Ia menegaskan, orientasi pemilih di Gianyar lebih menitikberatkan pada kualitas aktor dan partai politik. Kapasitas, kapabilitas, serta rekam jejak kerja menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya.
“Masyarakat lebih menilai kapasitas, kapabilitas, serta rekam jejak kerja yang ditawarkan oleh aktor maupun partai politik,” ungkap Oka Kalam.
Kondisi tersebut, lanjutnya, tercermin dalam konstelasi politik di DPRD Kabupaten Gianyar yang relatif berimbang. Komposisi kekuatan politik tersebar dan tidak terpusat pada satu partai dominan.
“Hal ini tercermin dalam konstelasi politik di DPRD Kabupaten Gianyar yang relatif berimbang, dengan komposisi kekuatan politik yang tersebar. Tidak ada satu partai politik yang mendominasi secara mutlak,” tegasnya.
Menurut Oka Kalam, distribusi kekuatan yang relatif merata itu menunjukkan bahwa pilihan politik masyarakat Gianyar bersifat proporsional dan tidak terkonsentrasi pada satu kekuatan politik tertentu.
“Distribusi kekuatan yang relatif merata ini menunjukkan bahwa pilihan politik masyarakat Gianyar tidak terkonsentrasi pada satu kekuatan tertentu, melainkan tersebar secara proporsional,” imbuhnya.
Ia menilai, situasi politik tersebut menghadirkan konsekuensi strategis bagi partai-partai politik nasional yang berkompetisi di Gianyar. Di satu sisi menjadi peluang karena ruang persaingan terbuka, namun di sisi lain menjadi tantangan karena tingginya standar rasionalitas pemilih.
“Bagi partai-partai politik nasional di Gianyar, kondisi ini merupakan peluang sekaligus tantangan. Peluang karena ruang kompetisi terbuka, namun juga tantangan karena masyarakatnya kritis, rasional, dan memiliki standar tinggi dalam menilai politik serta kepemimpinan,” pungkas Oka Kalam.
Melalui konsolidasi yang terus diperkuat, Partai NasDem Gianyar berupaya membaca peta politik secara objektif dan menyiapkan strategi yang relevan dengan karakter pemilih lokal, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.



































