Foto: Ketua DPW NasDem Bali, yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, saat konsolidasi di Karangasem.
Karangasem
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, membakar semangat sekaligus menggugah kesadaran para kader Partai NasDem di Gumi Lahar Karangasem. Dalam kegiatan konsolidasi partai yang digelar pada Minggu, 14 Desember 2025, Senantara menegaskan bahwa di tengah meningkatnya kejenuhan publik terhadap janji politik dan gemerlap media sosial, rakyat tidak membutuhkan retorika, melainkan kerja nyata yang bisa dirasakan langsung.
Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali dari Partai NasDem ini juga menekankan bahwa kekuasaan politik bukan sekadar tujuan, melainkan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan integritas.
Pengusaha sukses dengan tagline Senantara Peduli Senantara Berbagi ini kemudian menyinggung soal “kursi panas tapi empuk”. Menurutnya, posisi kekuasaan memang penuh tekanan, namun tetap menjadi incaran karena menyimpan daya tarik dan peluang pengabdian.
“Kepada kakak-kakak yang sudah duduk di kursi yang panas, tetapi empuk. Benar, kan? Kalau kursi itu hanya panas tanpa empuk, saya yakin tidak akan ada yang mau maju ke depan. Namun faktanya, tetap maju. Artinya, kursi itu memang panas, tetapi empuk,” ujar Senantara.
Ia mengakui bahwa perjalanan politik kerap diwarnai rasa putus asa, namun selalu dibarengi kerinduan untuk terus berjuang. Senantara menilai, keinginan menduduki kursi legislatif merupakan hal yang manusiawi dan hampir dimiliki semua kalangan.
“Kadang memang ada rasa putus asa, tetapi di saat yang sama tetap ada kerinduan. Dan kita semua memahami, siapa yang tidak ingin duduk di DPRD, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat. Hampir semua yang hadir di sini, bahkan hampir seluruh masyarakat di Bali dan Indonesia, tentu menginginkan kursi DPRD, DPRD Provinsi, hingga DPR RI. Itu sudah pasti,” tegasnya.
Namun, Senantara mengingatkan bahwa ambisi politik harus dibingkai dengan tanggung jawab moral. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada jajaran komandan Partai NasDem di Karangasem. Pesan pertama adalah memastikan kehadiran kader di tengah masyarakat agar aspirasi publik benar-benar menjadi napas perjuangan partai.
“Pastikan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran itu penting untuk meyakinkan bahwa aspirasi dan keinginan masyarakat benar-benar menjadi bagian dari perjuangan partai,” katanya.
Pesan kedua adalah menjaga integritas dengan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dalam setiap sikap dan tindakan.
“Artinya, selain menjaga nama baik Partai NasDem, dalam setiap tindakan, pikiran, maupun tutur kata, kepentingan rakyat harus selalu diutamakan di atas kepentingan pribadi,” lanjut Senantara.
Pesan ketiga, Senantara menegaskan bahwa kekuatan politik sejati tidak lahir dari retorika atau gemerlap media sosial, melainkan dari kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan banyak bicara. Buktikan dengan kerja nyata dan kerja fakta. Itulah sesungguhnya kekuatan politik kita. Bukan sekadar bicara, bukan hanya meriah di media sosial. Itu bukan yang diinginkan rakyat. Rakyat menginginkan kerja nyata dan kerja yang bisa dibuktikan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Senantara juga menyinggung sosok Mas Sumatri, Ketua DPD NasDem Karangasem, yang dinilainya memiliki totalitas tinggi dalam membesarkan Partai NasDem, serta menyebut Gusti Made Tusan (GMT) sebagai contoh figur kader yang menyatu dengan masyarakat Karangasem.
“Kalau melihat keseharian beliau, ketika sudah berbicara tentang Partai NasDem, rasanya beliau lupa segalanya. Lupa segalanya. Namun syukurnya, tidak lupa dengan Ajik Tusan. Luar biasa,” katanya.
Senantara menekankan pentingnya kerja politik yang dilandasi hati nurani dan strategi yang matang. Ia mengingatkan agar kader tidak bergerak serampangan tanpa perhitungan karena hal tersebut justru tidak akan membawa manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Partai NasDem membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu menjadi teladan.
“Kita menginginkan kader-kader Partai NasDem menjadi pemimpin yang patut ditiru dan dicontoh, bukan untuk dinistakan,” ungkapnya.
Sekali lagi Senantara mengingatkan seluruh kader akan tanggung jawab moral dalam menjaga marwah partai. Menurutnya, seragam biru NasDem bukan sekadar simbol, melainkan identitas yang melekat sebagai darah daging partai.
“Artinya, Anda adalah darah daging Partai NasDem. Jangan sampai darah daging Partai NasDem tercemar. Itulah tugas utama Anda sebagai kader Partai NasDem,” pungkasnya.



































