Foto: DPW Partai NasDem Bali saat menggelar konsolidasi di Karangasem, Minggu 14 Desember 2025.
Karangasem
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Ir. I Nengah Senantara terus mematangkan kesiapan organisasi menghadapi tahun politik 2029. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar konsolidasi partai secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten dan kota se-Bali.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Buleleng, agenda konsolidasi berlanjut di Kabupaten Karangasem pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi, memperluas basis dukungan, sekaligus meningkatkan soliditas internal partai dalam menghadapi dinamika politik dan perubahan sosial di masyarakat.
Konsolidasi di Karangasem dihadiri langsung oleh Ketua DPD NasDem Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, anggota DPRD Kabupaten Karangasem dari Fraksi NasDem, jajaran pengurus, kader partai, serta Ketua Dewan Pertimbangan DPD NasDem Karangasem Gusti Made Tusan (GMT).
Ketua DPW NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, mengatakan, konsolidasi partai yang digelar secara menyeluruh di seluruh Bali menjadi bagian dari strategi besar penguatan organisasi. Konsolidasi ini juga menandai awal kepemimpinannya sebagai Ketua DPW NasDem Bali.
“Ini juga menjadi momen penting karena baru kali ini Partai NasDem Bali dipimpin oleh putra daerah Bali. Tentu semangat kedaerahannya sangat kuat. Kalau pemimpinnya orang Bali, konsolidasi harus lebih ditingkatkan agar semakin merekat dengan masyarakat dan simpatisan,” katanya.
Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali dari Partai NasDem ini menegaskan, tujuan utama konsolidasi adalah mendorong kenaikan perolehan kursi di semua daerah. Senantara tidak menutup mata terhadap fakta bahwa masih ada wilayah yang sempat kehilangan representasi NasDem di parlemen.
“Target saya jelas, perolehan kursi harus mengalami kenaikan. Saat ini masih ada beberapa daerah yang sempat kosong, seperti Jembrana, kemudian Badung dan Tabanan yang sebelumnya juga pernah kehilangan seluruh kursi,” ujarnya.
Menurut pengusaha sukses dengan tagline Senantara Peduli Senantara Berbagi ini, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab dengan penguatan komunikasi dan jejaring antarkader lintas wilayah.
“Itu memang menjadi tantangan saya sebagai ketua. Karena itu, melalui konsolidasi ini saya berharap terbangun komunikasi yang lebih kuat antar-kader, meskipun berasal dari daerah yang berbeda. Mereka tentu memiliki keluarga, sahabat, dan jaringan yang bisa bersama-sama membesarkan koordinasi partai di daerah-daerah tersebut,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD NasDem Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menanggapi target politik yang disampaikan Ketua DPW NasDem Bali dengan optimisme. Ia menyatakan bahwa target tersebut didasari oleh semangat kader dan dukungan tokoh masyarakat. “Target ini didasari oleh harapan besar kami ke depan, terutama melihat semangat para kader yang sangat luar biasa, ditambah dengan dorongan dari para tokoh masyarakat yang juga begitu kuat,” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Bali dari Partai NasDem ini menjelaskan, NasDem Karangasem menargetkan sembilan kursi, DPW menargetkan sepuluh kursi, sementara Badan Pemenangan Pemilu Bappilu menargetkan 13 kursi. Bahkan, tokoh masyarakat Gusti Mande Tusan menargetkan perolehan hingga 17 kursi di DPRD Karangasem. “Harapan saya, mudah-mudahan tidak ada hambatan yang berarti ke depan,” katanya.
Mantan Bupati Karangasem ini juga menyambut baik dorongan agar Karangasem mampu menyumbang dua kursi untuk DPRD Provinsi Bali. “Astungkara, semoga tidak ada hambatan lagi ke depan. Target pribadi saya sendiri di DPRD Provinsi adalah tiga kursi,” tambahnya.
Agenda konsolidasi DPW NasDem Bali bersama seluruh DPD kabupaten dan kota se-Bali berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Desember 2025. Kegiatan telah diawali pada 13 Desember di DPD Kabupaten Buleleng, dilanjutkan pada 14 Desember di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung.
Pada 15 Desember, konsolidasi digelar di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Gianyar, kemudian berlanjut pada 16 Desember di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Rangkaian konsolidasi ditutup pada 17 Desember 2025 di DPD Kota Denpasar dan DPD Kabupaten Badung.



































