Foto: Bupati I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, menyerukan komitmen bersama untuk menjadikan integritas sebagai budaya kerja dalam setiap lini pemerintahan dan pelayanan publik.
Karangasem
Pimpinan Kabupaten Karangasem, Bupati I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, menyerukan komitmen bersama untuk menjadikan integritas sebagai budaya kerja dalam setiap lini pemerintahan dan pelayanan publik. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember.
Momentum Hakordia dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menegaskan kembali sikap tegas terhadap segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Bupati Gus Par menekankan bahwa korupsi kerap berawal dari hal-hal kecil yang dianggap sepele, namun jika dibiarkan dapat merusak sistem dan kepercayaan publik.
“Korupsi sering kali dimulai dari celah-celah kecil. Karena itu, pemberantasannya harus dimulai dari keberanian besar—berani jujur, berani menolak, dan berani berubah,” tegas Bupati Gus Par.
Ia menambahkan, integritas tidak cukup hanya menjadi slogan atau jargon seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari para aparatur sipil negara maupun seluruh elemen pemerintahan. Menurutnya, birokrasi yang bersih merupakan fondasi utama untuk menghadirkan pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menegaskan bahwa budaya antikorupsi harus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja terdekat.
“Integritas adalah pilihan sekaligus tanggung jawab. Jika kita berani jujur dalam tugas sekecil apa pun, maka kita sedang menjaga masa depan Karangasem agar tetap bersih dan melayani,” ujar Wabup yang akrab disapa Guru Pandu.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari pimpinan perangkat daerah hingga staf pelaksana, untuk menjadikan nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas sebagai prinsip utama dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Melalui peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, bebas dari praktik korupsi, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Selamat Hari Antikorupsi Sedunia. Mari kita wujudkan Karangasem yang bersih, berintegritas, dan benar-benar melayani,” pungkas Bupati Gus Par.



































