Foto: DPD Partai NasDem Kabupaten Karangasem menggelar pendidikan politik sebagai refleksi akhir tahun 2025 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026.
Karangasem
DPD Partai NasDem Kabupaten Karangasem menutup tahun 2025 dan menyongsong Tahun Baru 2026 dengan kegiatan pendidikan politik di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Jumat (26/12/2025). Acara ini dihadiri Ketua DPW NasDem Bali sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, Ketua DPD NasDem Karangasem sekaligus Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Ketua Bappilu NasDem Karangasem, Nyoman Winata, jajaran pengurus DPW dan DPD, serta kader dan simpatisan partai yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua DPD NasDem Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi kader partai. “Dalam pendidikan politik, kita tekankan kepada masyarakat agar tidak takut berpolitik. Politik adalah landasan dan batu loncatan untuk mencapai tujuan. Banyak bantuan yang diinginkan masyarakat sering sulit diperoleh tanpa campur tangan politik. Karena itu, pendidikan politik ini wajib dijalankan,” ujarnya.
Mantan Bupati Karangasem ini menambahkan, kehadiran tokoh partai seperti Ketua DPW Bali dan anggota DPR RI, Ir. I Nengah Senantara, memberikan semangat tambahan. “Beliau sempat membagikan sembako di tempat pendidikan politik, sementara DPD NasDem juga membagikan sembako di lokasi penanaman pohon, sebagai bentuk kerja nyata kita untuk masyarakat,” katanya.
Selain itu, Mas Sumatri menegaskan komitmen NasDem terhadap politik tanpa mahar. Ia menjelaskan bahwa konsep ini sejalan dengan spirit Ketua Umum Surya Paloh, di mana kader NasDem didorong untuk turun langsung ke masyarakat dan bekerja nyata, bukan mengejar keuntungan finansial.
Dengan menerapkan politik tanpa mahar, kandidat dapat lebih fokus membangun daerah sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.
“Konsep politik tanpa mahar ini sejalan dengan spirit Ketua Umum Surya Paloh. Kader NasDem harus turun ke bawah, bekerja nyata di masyarakat, bukan mencari keuntungan finansial. Dengan politik tanpa mahar, kandidat bisa fokus membangun daerah dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap partai,” ujarnya.
Suasana pendidikan politik berlangsung interaktif. Para kader dan simpatisan antusias menyimak materi, bertanya, dan berdiskusi mengenai praktik politik yang baik, partisipasi publik, serta pentingnya literasi politik.
Sementara itu, Ketua Bappilu NasDem Karangasem, Nyoman Winata, menekankan peran pendidikan politik dalam memperkuat demokrasi lokal. “Melalui pendidikan politik, kita membangun kesadaran kolektif bahwa demokrasi bukan sekadar sistem formal, tetapi budaya berpartisipasi aktif, mengawal kebijakan, dan berperan langsung dalam pembangunan masyarakat. Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut agar generasi muda semakin memahami politik yang bersih dan bertanggung jawab,” katanya.
Winata menambahkan, kader NasDem memiliki peran penting sebagai teladan dalam menerapkan politik yang bersih dan pro-rakyat. Menurutnya, partai harus selalu hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika politik.
“Kader NasDem harus turun langsung ke lapangan, menyentuh persoalan rakyat, dan menunjukkan bahwa partai hadir untuk membantu secara nyata. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap partai akan tumbuh, dan politik bisa dijalankan dengan prinsip integritas dan transparansi,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan politik seperti ini membantu membentuk generasi muda yang memahami pentingnya political literacy dan mampu membedakan praktik politik yang etis dari yang mencari keuntungan finansial semata.
“Saya meyakini kegiatan yang terstruktur dan berkelanjutan akan menyiapkan kader dan warga yang siap berperan aktif dalam kehidupan politik, sehingga demokrasi di Karangasem dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan pendidikan politik ini menjadi penegasan bahwa NasDem Karangasem menempatkan pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat sebagai prioritas. Dengan fondasi ini, partai berharap mampu mencetak kader dan warga yang aktif, kritis, serta terlibat langsung dalam kehidupan politik, memastikan demokrasi berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.



































