Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) ke-9 Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa Wilayah Bali Tahun 2025 yang digelar di GOR Gunung Agung, Amlapura, Jumat (26/12/2025).
Karangasem
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) ke-9 Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa Wilayah Bali Tahun 2025 yang digelar di GOR Gunung Agung, Amlapura, Jumat (26/12/2025). Ajang ini menjadi salah satu kompetisi pencak silat terbesar di Bali yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Par menegaskan bahwa Kejurda tidak hanya dimaknai sebagai arena adu prestasi, tetapi juga sebagai ruang membangun persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan antarperguruan pencak silat serta masyarakat Karangasem secara umum.
“Saya berharap Kejuaraan Daerah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mempererat persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan antarperguruan pencak silat serta masyarakat Karangasem,” ujar Gus Par.
Ia juga mengingatkan seluruh atlet dan ofisial agar menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Melalui kejuaraan ini, para atlet saya harapkan mampu menjunjung tinggi sportivitas dan mengamalkan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai bagian dari jati diri dan budaya bangsa,” tambahnya.
Kejurda ke-9 Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa Wilayah Bali ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Desember 2025. Sebanyak sekitar 500 peserta ambil bagian dalam kejuaraan ini, mewakili sembilan kabupaten/kota se-Bali, yang bertanding di berbagai kelas dan kategori.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejurda ini sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga prestasi sekaligus pelestarian seni bela diri tradisional. Gus Par menilai pencak silat tidak hanya membentuk fisik dan mental atlet, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebangsaan.
“Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen mendukung kegiatan olahraga, khususnya pencak silat, karena selain melahirkan atlet berprestasi, juga berperan penting dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya Kejurda IX ini, diharapkan lahir atlet-atlet pencak silat potensial yang mampu mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.



































