Foto: Ketua DPW Partai NasDem Bali, yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, saat memimpin konsolidasi di Gianyar, pada Senin, 15 Desember 2025.
Gianyar
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, memberikan arahan tegas kepada para kader Partai NasDem di Kabupaten Gianyar saat menggelar konsolidasi politik pada Senin, 15 Desember 2025. Konsolidasi ini menjadi bagian dari langkah strategis NasDem Bali dalam memperkuat mesin partai dan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik ke depan.
Dalam keterangannya, Senantara yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali dari Partai NasDem, menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah-tengah masyarakat sebagai fondasi utama penguatan partai. Ia mengakui bahwa secara struktural, kekuatan NasDem di Gianyar saat ini masih terbatas.
“Terkait dengan program-program Partai NasDem yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kami memahami bahwa saat ini NasDem di Gianyar hanya memiliki satu wakil, baik di DPRD maupun di DPR RI. Tentu kondisi ini memiliki keterbatasan,” ujar Senantara.
Meski demikian, keterbatasan tersebut, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan bagi kader legislatif untuk menjauh dari rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama wakil rakyat adalah hadir, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Namun, penekanan saya sangat jelas, kader NasDem yang duduk di legislatif harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Mereka tidak hanya mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat, tetapi juga wajib memperjuangkannya,” tegasnya.
Pengusaha sukses dengan tagline Senantara Peduli Senantara Berbagi ini menambahkan, kehadiran tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata dan tindakan konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tidak cukup hanya mendengar. Respons tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata dan tindakan konkret. Salah satu hal yang perlu dipahami bersama adalah bahwa ketika seseorang duduk di lembaga dewan, pasti ada dana bantuan yang melekat pada fungsi tersebut,” lanjutnya.
Ia mengingatkan agar pemanfaatan dana bantuan tersebut dilakukan secara adil dan tepat sasaran. Bantuan, kata Senantara, tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Dana ini tidak boleh diperuntukkan hanya bagi keluarga atau lingkaran terdekat saja. Bantuan harus benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas, terutama para pendukung yang telah lebih dulu berjuang dan mendukung partai. Mereka harus menjadi prioritas,” ucapnya.
Setelah itu, jangkauan program harus diperluas agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas. “Setelah itu, pengembangannya diarahkan untuk menjangkau masyarakat lainnya. Inilah poin utama yang saya tekankan, kader NasDem harus dekat, hadir, dan bekerja nyata di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Senantara juga menegaskan harapan besar terhadap peningkatan perolehan kursi NasDem di Bali. “Harapan saya satu, yaitu meningkatkan jumlah kursi. Itu harapan utama saya,” ujarnya.
Menurutnya, kunci untuk mencapai target tersebut adalah konsistensi kader dalam membangun kedekatan dengan rakyat. “Kuncinya apa? Kuncinya adalah kehadiran di tengah-tengah masyarakat sebanyak mungkin. Karena dengan hadir langsung, kita akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, peluang, dan harapan masyarakat. Kekuatan utama Partai NasDem adalah suara rakyat. Jika kita tidak mendekatkan diri kepada masyarakat, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan suara mereka,” jelas Senantara.
Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa Partai NasDem Bali sedang berada dalam momentum kebangkitan. “Artinya, Partai NasDem harus bangkit. Dan saya pastikan, di bawah kepemimpinan saya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Bali, aura kebangkitan Partai NasDem Bali cukup menjanjikan,” katanya optimistis.
Sejalan dengan itu, Senantara memaparkan target elektoral yang telah ditetapkan di sejumlah daerah di Bali. “Target-target juga sudah kami tetapkan. Di Kabupaten Buleleng, saya menargetkan 10 kursi. Di Kabupaten Karangasem, targetnya juga 10 kursi. Di Bangli, targetnya empat kursi. Di Gianyar, targetnya tiga kursi. Di Kabupaten Klungkung, targetnya tiga kursi,” paparnya.
Sementara itu, untuk daerah-daerah yang masih mengalami kendala internal, Senantara memastikan akan segera mengambil langkah konsolidasi lanjutan. “Sementara untuk daerah-daerah yang masih kosong akibat persoalan internal, kami akan segera memanggil para ketua DPD untuk membahas langkah-langkah ke depan, termasuk pola konsolidasi dan strategi yang akan dijalankan,” pungkasnya.



































