Foto: Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, saat konsolidasi partai.
Buleleng
Partai NasDem Kabupaten Buleleng mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu Legislatif 2029. Dengan modal enam kursi DPRD hasil Pemilu 2024, NasDem memasang target ambisius, menambah kekuatan parlemen menjadi delapan kursi, bahkan membuka peluang tembus sepuluh kursi sesuai perhitungan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Bali.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, mengatakan target tersebut merupakan hasil komunikasi dan konsolidasi bersama Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara.
“Kalau kami ketika ditanya soal target kursi, bersama Kakak Nengah Senantara selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Provinsi Bali, kami menyatakan sanggup untuk meningkatkan perolehan kursi NasDem Buleleng,” ujar Made Jayadi.
Saat ini, NasDem Buleleng memiliki enam kursi DPRD dari sembilan daerah pemilihan. Made Jayadi Asmara optimistis dengan kekuatan struktur partai saat ini NasDem Buleleng bisa meningkatkan jumlah kursi menjadi minimal 8 atau bahkan tembus 10 kursi, seperti yang ditargetkan oleh DPW.
Made Jayadi Asmara mengakui, sebagai kader yang bergerak langsung di lapangan, ia memilih membaca peta politik secara realistis. Namun demikian, optimisme tetap dijaga.
“Kalau saya sebagai kader yang bergerak langsung di lapangan, tentu kami juga realistis. Semua partai punya target, semua bergerak, semua punya hitung-hitungan masing-masing. Dari sembilan dapil yang ada, kami optimistis bisa menutup kontestasi dengan minimal delapan kursi,” ujarnya.
Ia menegaskan, target 10 kursi dari DPW menjadi pemicu semangat kerja politik yang lebih keras.
“Jadi, NasDem Buleleng menargetkan minimal delapan kursi, sementara DPW memberi dorongan agar jika memungkinkan, bisa melonjak sampai sepuluh kursi. Itu harapan dan keinginan Pak Senantara,” tegas Made Jayadi.
Pada Pemilu Legislatif 2024, NasDem Buleleng berhasil mengamankan enam kursi DPRD. Namun masih terdapat tiga daerah pemilihan, Gerokgak, Banjar, dan Busungbiu, yang belum berhasil mengirimkan wakil NasDem ke parlemen daerah. “Kita menargetkan penambahan dua kursi dari tiga dapil tersebut, sekaligus mempertahankan enam kursi yang sudah ada. Ini bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kerja-kerja ekstra ordinary,” tegasnya.



































