Foto: DPW Partai NasDem Provinsi Bali menggelar konsolidasi di Kabupaten Buleleng, pada 13 Desember 2025.
Buleleng
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali resmi memulai agenda konsolidasi menyeluruh menuju Pemilu 2029. Kabupaten Buleleng dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan konsolidasi yang digelar pada 13 Desember 2025, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari penguatan struktur organisasi sekaligus pematangan rencana strategis DPW Partai NasDem Bali dalam menghadapi dinamika politik dan perubahan sosial di tengah masyarakat. Konsolidasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, Ketua DPD Partai NasDem Buleleng Made Jayadi Asmara, jajaran pengurus, kader, serta unsur organisasi sayap partai.
Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, mengatakan konsolidasi yang digelar secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota se-Bali merupakan bagian dari strategi besar penguatan organisasi. Agenda ini sekaligus menandai awal kepemimpinannya sebagai Ketua DPW NasDem Bali.
Dalam arahannya, Senantara yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, mengingatkan bahwa posisi politik yang diraih para kader bukanlah ruang nyaman tanpa konsekuensi, melainkan amanah yang penuh tantangan.
“Kepada kakak-kakak yang sudah duduk di kursi dewan, agar tetap menoleh ke bawah, perhatikan kebutuhan masyarakat, jangan hanya menyerap aspirasi, tapi buktikan dengan kerja nyata,” pesannya tegas kepada kader NasDem di Buleleng.
Ia menilai ambisi politik merupakan hal yang wajar dan hampir dimiliki setiap orang. Namun, menurutnya, ambisi tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab moral serta kerja nyata bagi masyarakat.
Senantara juga mengingatkan pentingnya kerja politik yang dilandasi hati nurani dan strategi yang matang. Ia menegaskan Partai NasDem membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi teladan.
“Kita menginginkan kader-kader Partai NasDem menjadi pemimpin yang patut ditiru dan dicontoh, bukan untuk dinistakan,” ungkapnya.
Senantara kembali menekankan tanggung jawab moral seluruh kader dalam menjaga marwah partai. “Artinya, Anda adalah darah daging Partai NasDem. Jangan sampai darah daging Partai NasDem tercemar. Itulah tugas utama Anda sebagai kader Partai NasDem,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, menegaskan bahwa rapat konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi agenda politik ke depan. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran DPW NasDem Bali dan menyebut penunjukan Buleleng sebagai lokasi konsolidasi perdana sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Penunjukan Kabupaten Buleleng sebagai kabupaten pertama dalam kegiatan konsolidasi DPW Partai NasDem Bali merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk semakin memperkuat struktur, meningkatkan soliditas, serta mempercepat langkah-langkah strategis partai ke depan,” ujar Made Jayadi Asmara.
Dalam laporannya, Made Jayadi memaparkan bahwa struktur organisasi DPD Partai NasDem Buleleng telah resmi terbentuk dengan 36 orang pengurus untuk periode 2025–2029. Di tingkat kecamatan, enam DPC telah aktif berjalan, sementara tiga kecamatan—Busungbiu, Banjar, dan Kubutambahan—masih dalam proses evaluasi dan penataan ulang.
“Penataan ulang kepengurusan ini kami lakukan demi optimalisasi kinerja organisasi di tingkat kecamatan,” tegasnya.
Ia juga menargetkan pembentukan struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan dapat diselesaikan secara bertahap pada 2026–2027 sebagai fondasi kerja politik jangka menengah.
Selain struktur, Made Jayadi turut menyoroti peran organisasi sayap partai seperti Garda Pemuda, Garnita Malahayati, dan Badan Advokasi Hukum (BAHU) yang dinilai aktif mendukung kerja-kerja kepartaian. Ia juga mengapresiasi kader perempuan lulusan Akademi Perempuan NasDem Angkatan Pertama.
“Mereka adalah bagian dari lahirnya kader-kader perempuan berkualitas yang akan memperkuat peran dan kepemimpinan perempuan di tubuh Partai NasDem Kabupaten Buleleng,” katanya.
Mengulas kondisi politik daerah, Made Jayadi menyebut Buleleng sebagai barometer politik Bali, baik dari sisi luas wilayah maupun jumlah pemilih yang mencapai 608.863 jiwa. Karakter masyarakat yang egaliter dan terbuka, menurutnya, membuat peta politik di Buleleng selalu dinamis dan kompetitif.
“Masyarakat Buleleng dalam pilihan politik cenderung independen dan tidak terkooptasi hanya pada satu kekuatan politik tertentu,” ujarnya.
Kondisi tersebut tercermin dari komposisi DPRD Buleleng yang tidak pernah didominasi satu partai secara mutlak. Menurut Made Jayadi, situasi itu justru menandakan demokrasi yang sehat.
“Bagi rakyat, keberadaan perwakilan multi partai di parlemen menunjukkan bahwa demokrasi di Buleleng masih hidup dan berjalan dengan mekanisme check and balance,” kata Made Jayadi.
Konsolidasi di Buleleng ini menjadi langkah awal NasDem Bali dalam memperkuat barisan, menyatukan visi, dan memantapkan strategi menuju kontestasi politik 2029.



































