Foto: Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, saat menghadiri gelaran Sandikala Ning Putung yang berlangsung di Desa Wisata Putung.
Karangasem
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menghadiri gelaran Sandikala Ning Putung yang berlangsung di Desa Wisata Putung. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi seni, budaya, pariwisata, UMKM, dan aksi sosial yang berpadu dengan keindahan senja, sekaligus menegaskan arah penguatan identitas budaya Bali Timur yang berkarakter dan berkelanjutan.
Sandikala Ning Putung menampilkan ragam kreativitas lokal, mulai dari penampilan pelajar, sekaa teruna teruni (STT), mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga pertunjukan fire dance yang memikat perhatian pengunjung. Seluruh rangkaian acara merefleksikan kekayaan ekspresi seni dan budaya yang tumbuh dari desa, dikelola oleh masyarakat, dan ditujukan untuk memperkuat jati diri Karangasem.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup yang akrab disapa Guru Pandu menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan semangat kolaborasi yang terbangun di Desa Wisata Putung. Menurutnya, kegiatan seperti Sandikala Ning Putung menjadi contoh konkret bagaimana pariwisata dapat dikembangkan tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai lokal.
“Putung hari ini menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat kreativitas dan kekuatan pariwisata. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi cermin identitas Bali Timur yang tumbuh dari budaya dan kebersamaan masyarakat,” ujar Wabup Guru Pandu.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan Sunset Market UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal unggulan. Kehadiran pelaku UMKM dinilai menjadi bukti bahwa pariwisata desa mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Tak hanya itu, Sandikala Ning Putung juga diisi dengan aksi sosial berupa kepedulian terhadap warga kurang mampu, sehingga nilai kebudayaan dan solidaritas sosial berjalan beriringan.
Wabup Guru Pandu menegaskan bahwa Desa Wisata Putung memiliki potensi besar untuk menjadi wajah baru pariwisata Karangasem yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Putung adalah wajah baru pariwisata Karangasem—berkarakter, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat. Inilah arah pembangunan pariwisata yang ingin kita dorong,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan pariwisata berbasis budaya dan desa merupakan strategi penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan Sandikala Ning Putung, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap tumbuh lebih banyak ruang kreatif di desa-desa wisata, sehingga Karangasem tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan budaya dan kreativitas masyarakatnya.



































