Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, yang juga Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara.
Jakarta
Sebuah sikap politik penting mengalir dari Gedung Parlemen RI. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, akhirnya buka suara mengenai polemik penataan kawasan Warisan Dunia Jatiluwih yang belakangan menjadi sorotan publik.
Senantara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali yang tengah melakukan penertiban pelanggaran tata ruang serta penguatan perlindungan lanskap Subak sebagai warisan budaya dunia.
Menurut Ketua DPW NasDem Bali tersebut, kerja Pansus TRAP tidak hanya penting, tetapi juga strategis untuk menjaga keaslian Subak, mempertahankan status UNESCO, serta memastikan keberlanjutan lingkungan Bali.
“Upaya Pansus TRAP menindak pelanggaran tata ruang dan menjaga keaslian Subak merupakan kerja strategis demi masa depan Pulau Dewata. Kami sangat mengapresiasi kinerja mereka,” tegasnya.
Namun demikian, Pengusaha sukses dengan tagline Senantara Peduli Senantara Berbagi ini memberikan catatan tegas: masyarakat lokal harus tetap menjadi prioritas utama.
Ia menekankan bahwa penyelamatan Jatiluwih tidak boleh berhenti pada penertiban regulasi, tetapi harus memastikan perlindungan, penghargaan, dan keberpihakan kepada petani serta krama adat yang selama ini menjadi penjaga lanskap budaya Subak.
“Kami mendukung total langkah Pansus TRAP. Tapi jangan sampai masyarakat lokal Bali tersisih. Mereka harus dilindungi, karena merekalah fondasi masa depan Bali,” ujar Senantara.
Ia menilai keberhasilan Pansus TRAP dalam menindak pelanggaran di kawasan Lanskap Subak Daerah (LSD) merupakan momentum penting untuk mengembalikan kehormatan Jatiluwih sebagai ikon dunia—ikon yang berdiri bukan karena investor, tetapi karena ketekunan para petani Bali.
Dukungan politik dari Senantara ini sekaligus memperkuat legitimasi Pansus TRAP yang tengah menyusun rekomendasi akhir terkait penataan tata ruang Jatiluwih serta strategi peningkatan kesejahteraan petani Subak.
Kawasan Jatiluwih, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 2012 dan dinobatkan sebagai Desa Terbaik Dunia oleh UN Tourism pada 2024, kini berada di pusat perhatian DPRD Bali. Penertiban yang dilakukan Pansus TRAP diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya dan lingkungan Bali di tengah tekanan investasi dan perubahan tata ruang yang semakin kompleks.



































