Foto: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata melaksanakan kegiatan Demonstrasi Usaha Tani (Denfarm) Bawang Merah Tahun 2025 di Subak Desa Timbrah, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem.
Karangasem
Di pagi yang tenang di Subak Desa Timbrah, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem pada Kamis (11/12/2025), aroma tanah basah menyambut langkah-langkah para perempuan penggerak perubahan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, datang bersama para pengurusnya, membawa semangat yang tak sekadar tertanam di kata-kata, tetapi hadir dalam tindakan nyata.
Hari itu, mereka melaksanakan Demonstrasi Usaha Tani (Denfarm) Bawang Merah Tahun 2025—sebuah program yang bukan hanya tentang bercocok tanam, tetapi tentang harapan yang dirawat dari akar. Inilah wujud dari Hatinya PKK, sebuah gerakan yang mengajarkan bahwa halaman yang asri, teratur, dan indah adalah cermin dari keluarga yang diberdayakan dan sejahtera.
Bersama Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, TP PKK menghadirkan sinergi yang hidup: penyuluhan berbasis teknologi, pendampingan di lahan, serta contoh nyata bagaimana pertanian bisa bertransformasi tanpa kehilangan ruh tradisinya.
Di lahan Subak Butu yang membentang seluas 3 hektar, dukungan menyatu dengan tanah. Sebanyak 3,3 ton bibit bawang merah, plastik mulsa, dan pupuk organik disiapkan—bukan sekadar bantuan, tetapi fondasi untuk masa depan pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Lalu tibalah momen yang menjadi inti dari hari itu: Gerakan Tanam Bawang Bersama. Dengan kedua tangannya, Ny. Mas Parwata menanam bibit pertama, seolah menitipkan doa pada setiap umbi yang masuk ke tanah. Doa agar para petani di Subak Timbrah kelak memanen hasil yang melimpah. Doa agar lahan ini tumbuh sebagai contoh bagaimana ketahanan pangan, teknologi pertanian, dan keasrian lingkungan bisa berjalan berdampingan.
Di hamparan sawah itu, bawang merah bukan hanya komoditas. Ia menjadi simbol optimisme—bahwa ketika masyarakat, pemerintah, dan perempuan penggerak bersatu, kesejahteraan bisa ditanam, dirawat, dan akhirnya dipanen bersama.



































