Foto: Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata saat mengikuti Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Rabu (23/9/2026).
Karangasem
Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, bersama jajaran anggota Dekranasda Karangasem turut ambil bagian dalam ajang Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Rabu (23/9/2026).
Ajang fashion yang menjadi ruang apresiasi sekaligus promosi produk sandang lokal Bali tersebut turut disaksikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Hadir pula Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung serta para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Bali atau yang mewakili.
DBFD menghadirkan peragaan busana dengan konsep kolaboratif yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
Panggung fashion show kali ini menampilkan karya dan kolaborasi perwakilan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, serta KPU Provinsi Bali.
Kehadiran Dekranasda Karangasem dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi wastra dan produk kerajinan lokal agar semakin dikenal dan digunakan dalam berbagai kesempatan.
Dorong Wastra Bali Naik Kelas
Dekranasda Bali Fashion Day tidak sekadar menjadi panggung peragaan busana. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun ekosistem sandang lokal Bali sekaligus mendorong keberlanjutan industri kerajinan dan fesyen berbasis budaya.
Kain tradisional Bali seperti Endek, Songket, dan berbagai Wastra Bali didorong untuk semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui penggunaan sebagai busana sehari-hari maupun pakaian kerja di lingkungan instansi.
Konsep tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para perajin dan pelaku IKM/UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui DBFD, Dekranasda Bali mendorong agar kekayaan budaya dan keterampilan para perajin tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas lokal.
Bagi Dekranasda Karangasem, momentum ini juga menjadi peluang untuk memperkuat promosi potensi kerajinan daerah sekaligus membuka ruang lebih luas bagi produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Dengan menggabungkan unsur tradisi, kreativitas, dan tren fesyen, Bali Fashion Day diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis budaya sekaligus memberikan ruang tumbuh bagi IKM dan UMKM di Bali. (kbs)



































