Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat memantau pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan di Kecamatan Karangasem, Kamis (24/9/2026).
Karangasem
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par turun langsung memantau pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan di Kecamatan Karangasem, Kamis (24/9/2026).
Didampingi Camat Karangasem, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, Tim Ahli Bupati Bidang Perencanaan dan Pembangunan, serta tim monitoring dan evaluasi (monev), Gus Par tidak hanya mengecek progres pekerjaan. Ia juga memastikan berbagai kendala yang muncul di lapangan segera dicarikan solusi.
Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi kelancaran pekerjaan. Kendala tersebut antara lain keterbatasan tenaga kerja dan material, keterbatasan penyedia, hingga kondisi pekerjaan yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Pada sektor pendidikan, terdapat enam paket pekerjaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp3,51 miliar yang menjadi perhatian dalam monitoring tersebut.
Gus Par meminta seluruh kendala segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pihak sekolah, pelaksana pekerjaan, pengampu kegiatan, dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan di lapangan tidak menghambat penyelesaian proyek maupun berdampak terhadap kualitas hasil pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari seberapa cepat pekerjaan selesai. Kualitas konstruksi, aspek keamanan dan kenyamanan siswa serta guru, hingga kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan harus tetap menjadi prioritas.
Terlebih untuk proyek yang berlangsung di lingkungan sekolah, pengaturan tahapan pekerjaan perlu dilakukan secara cermat agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Monitoring dan evaluasi juga dimanfaatkan Gus Par sebagai ruang untuk menyerap langsung masukan dari masyarakat, termasuk tenaga pendidik.
Dalam dialog dengan para guru, muncul persoalan terkait pemerataan tenaga pendidik dan jarak penempatan guru. Menanggapi hal tersebut, Gus Par mengarahkan agar persoalan tersebut dikaji dan ditata sesuai ketentuan, kebutuhan organisasi, serta mempertimbangkan efektivitas pelayanan pendidikan.
Selain sektor pendidikan, monitoring juga menyasar pembangunan rabat beton di Banjar Timbul Kelod dan Banjar Meranggi. Gus Par memastikan pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun dijaga dan dipelihara secara bersama-sama sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Yang kita lihat bukan hanya apakah pekerjaan sudah berjalan, tetapi apakah ada kendala dan bagaimana solusinya. Kita ingin setiap anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Gus Par.
Bagi Pemkab Karangasem, monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif untuk mengecek progres proyek. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi, dicarikan solusi, dan tidak berkembang menjadi hambatan yang lebih besar.
Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah juga ingin memastikan pembangunan tidak berhenti pada pencapaian fisik semata. Setiap proyek diharapkan selesai dengan kualitas yang baik, tepat manfaat, aman digunakan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Karangasem.



































