Foto: Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa saat menghadiri rapat yang dipimpin Gubernur Bali di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (22/7/2026).
Denpasar
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menghadiri rapat yang dipimpin Gubernur Bali di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (22/7/2026). Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari perlindungan lahan pertanian hingga penguatan sistem data sosial dan ekonomi.
Rapat tersebut membahas tiga agenda utama, yakni penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), piloting digitalisasi bantuan sosial, serta persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi. Ketiganya dinilai memiliki kaitan erat dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan, sekaligus menyediakan data ekonomi yang lebih akurat sebagai dasar perumusan kebijakan.
Dalam pembahasan LP2B, Karangasem menunjukkan capaian yang cukup kuat. Usulan LP2B di daerah tersebut telah berada di atas target minimal nasional sebesar 87 persen. Bahkan, berdasarkan perkembangan usulan, proporsi LP2B Karangasem tercatat meningkat dari 88 persen menjadi 92,25 persen.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Karangasem untuk menjaga keberadaan lahan sawah produktif agar tetap berfungsi sebagai kawasan pertanian dan tidak mudah beralih fungsi. Perlindungan lahan pertanian juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain sektor pertanian, rapat juga membahas perkembangan digitalisasi bantuan sosial di Bali melalui Portal Perlinsos. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat proses pendataan dan validasi penerima bantuan, sekaligus meningkatkan akurasi penyaluran agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Dalam perkembangannya, sekitar 363 ribu pendaftar telah tercatat dalam sistem, dengan sekitar 341 ribu di antaranya telah melalui proses validasi. Data tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memantau perkembangan di masing-masing daerah, mempercepat proses verifikasi, serta mengurangi potensi penerima bantuan ganda.
Agenda berikutnya adalah persiapan Sensus Ekonomi bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Pelaksanaan sensus diharapkan dapat menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih komprehensif, sehingga pemerintah memiliki basis data yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Karangasem, keterlibatan dalam rapat strategis tingkat provinsi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kebijakan dan program pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Dengan perlindungan lahan pertanian yang semakin kuat, sistem bantuan sosial yang semakin terdigitalisasi, serta data ekonomi yang lebih tertata, pemerintah diharapkan dapat mengambil kebijakan secara lebih tepat sasaran.
Wabup Pandu Prapanca Lagosa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk terus mengikuti dan mendukung berbagai agenda strategis Pemerintah Provinsi Bali. Sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci agar setiap kebijakan yang dirumuskan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.



































