Foto: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Karangasem, Nyonya Mas Parwata saat mengikuti kegiatan Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota Tahun 2026 Angkatan VIII di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (14/7/2026).
Karangasem
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Karangasem, Nyonya Mas Parwata, bersama jajaran mengikuti secara langsung kegiatan Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota Tahun 2026 Angkatan VIII yang berlangsung di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (14/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung hingga 16 Juli 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Tim Pembina Posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD DUKCAPIL) Provinsi Bali. Acara dilanjutkan dengan pengarahan kepada seluruh peserta mengenai pentingnya penguatan kelembagaan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Dalam sambutan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang dibacakan oleh jajaran Dinas PMD DUKCAPIL, ditegaskan bahwa peningkatan kapasitas menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu menjalankan fungsi pelayanan secara efektif, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Enam Fokus Penguatan Posyandu
Dalam pelatihan tersebut, terdapat sejumlah arah kebijakan utama yang menjadi perhatian, di antaranya peningkatan kompetensi kader Posyandu. Para kader didorong untuk terus memperbarui pemahaman mengenai tugas dan fungsi, memperbaiki tata kelola administrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan langsung kepada masyarakat.
Selain itu, optimalisasi peran Tim Pembina Posyandu juga menjadi fokus penting. Pemerintah daerah dan pemerintah desa diharapkan semakin aktif menjadi fasilitator melalui penguatan koordinasi, pembinaan, serta pendampingan terhadap para kader.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya optimalisasi pelayanan publik terpadu melalui penguatan enam sektor pelayanan masyarakat. Langkah tersebut mencakup peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penyelarasan program agar manfaatnya semakin dirasakan warga.
Dalam aspek pembangunan desa, Tim Pembina Posyandu didorong untuk ikut memperkuat perencanaan berbasis potensi lokal dengan mengedepankan nilai moralitas serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Penguatan kelembagaan Posyandu juga dinilai memiliki kontribusi penting terhadap pembangunan nasional. Hal tersebut sejalan dengan penguatan regulasi melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 serta upaya peningkatan kapasitas aparatur desa secara berkelanjutan.
Dorong Inovasi Pelayanan di Karangasem
Nyonya Mas Parwata menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi ruang penting untuk berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi, serta melahirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan Posyandu.
Ia berharap seluruh Tim Pembina dan kader Posyandu, khususnya di Kabupaten Karangasem, mampu meningkatkan kapasitas dan memberikan pendampingan terbaik bagi masyarakat.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena berhadapan langsung dengan kebutuhan warga di tingkat paling dasar.
Melalui peningkatan kompetensi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Karangasem optimistis Posyandu dapat terus berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang semakin berkualitas, inovatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan.



































