Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwatas saat meninjau kegiatan pasar murah di Jalan Veteran Jalur 11, Amlapura.
Karangasem
Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah. Pada Minggu (14/6/2026), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau yang akrab disapa Gus Par turun langsung meninjau kegiatan pasar murah yang digelar dalam rangkaian Car Free Day di Jalan Veteran Jalur 11, Amlapura.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Par didampingi Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Karangasem serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Di tengah ramainya masyarakat yang memanfaatkan pasar murah, Bupati Gus Par tampak berbaur dengan warga sambil memantau harga dan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya keagamaan.
Sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Minyak Kita, beras, telur, hingga berbagai kebutuhan bumbu dapur khas Bali. Harga Minyak Kita, misalnya, dijual seharga Rp15.500 per liter, lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang berkisar antara Rp20.000 hingga Rp23.000 per liter.
Selain itu, sejumlah bahan pokok lainnya juga ditawarkan dengan selisih harga yang cukup signifikan, sehingga diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran masyarakat menjelang meningkatnya kebutuhan saat perayaan Galungan dan Kuningan.
Bupati Gus Par menegaskan bahwa pemerintah harus hadir melalui program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau.
“Pemerintah harus hadir dengan langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat, terutama saat terjadi peningkatan kebutuhan menjelang hari raya. Melalui pasar murah ini, kami ingin membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah,” ujar Gus Par.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok binaan Bulog, serta sejumlah minimarket yang turut berpartisipasi menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga di daerah.
Pemkab Karangasem berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang responsif, solutif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Karangasem yang AGUNG, yakni Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi.
Melalui Gerakan Pasar Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang perayaan hari besar keagamaan.



































