Foto: Penampilan kontingen Karangasem pada Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Karangasem
Kabupaten Karangasem berhasil mencuri perhatian ribuan penonton pada Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui penampilan Peed Aya atau pawai budaya yang sarat nilai seni, adat, dan spiritualitas. Mengusung kekayaan tradisi khas Karangasem, penampilan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus menegaskan komitmen dalam menjaga warisan leluhur Bali.
Penampilan kontingen Karangasem turut disaksikan langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Karangasem terhadap upaya pelestarian seni, adat, dan budaya Bali melalui panggung budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Pembukaan PKB 2026 secara resmi dilakukan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa. Perhelatan tahunan ini kembali menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi para seniman sekaligus wadah memperkuat jati diri budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Kontingen Karangasem membuka penampilannya dengan barisan pembawa papan nama daerah yang diiringi sepasang jegeg dan bagus mengenakan busana adat khas Karangasem. Kemegahan payas agung yang identik dengan tradisi pawiwahan dan berbagai upacara adat menjadi simbol keindahan, keharmonisan, dan kewibawaan budaya Karangasem yang tetap lestari hingga kini.
Nuansa sakral semakin terasa melalui kehadiran berbagai perlengkapan adat atau uparengga seperti bandrangan, tedung, kober, dan lelonték. Beragam simbol budaya tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam berbagai upacara keagamaan, termasuk ritual Melasti, yang mencerminkan kuatnya hubungan antara seni, adat, dan spiritualitas masyarakat Karangasem.
Tak hanya menampilkan simbol budaya, Karangasem juga menghadirkan Tari Kreasi Rerejangan Tiang Sanga yang terinspirasi dari Tari Rejang Adat yang hidup dan berkembang di sejumlah desa adat di Karangasem. Tarian tersebut menggambarkan kelembutan, kesucian, dan ketulusan yang diwujudkan melalui gerak-gerak yang anggun dan harmonis.
Keindahan pertunjukan semakin lengkap dengan iringan Gamelan Selonding, salah satu warisan musik tradisional Bali kuno yang dikenal memiliki karakter khas, sederhana, namun sarat nilai sejarah dan spiritualitas.
Partisipasi Karangasem dalam PKB 2026 menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Bali. Melalui panggung PKB, Karangasem tidak hanya menampilkan keindahan tradisi, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan akan terus mendorong ruang-ruang kreativitas dan ekspresi budaya sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta mewujudkan Karangasem yang AGUNG, yakni Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi.



































