Foto: Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagos saat turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan Gerakan Tanam Jagung Hibrida berjalan optimal di Subak Bale Punduk, Desa Tegalinggah, Kecamatan Karangasem, Kamis (4/6/2026).
Karangasem
Pemerintah Kabupaten Karangasem terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, yang turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan Gerakan Tanam Jagung Hibrida berjalan optimal di Subak Bale Punduk, Desa Tegalinggah, Kecamatan Karangasem, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini menjadi ujung tombak kedaulatan pangan di Karangasem.
Dalam program tersebut, Pemkab Karangasem menyalurkan berbagai bantuan kepada 60 anggota Subak Bale Punduk. Bantuan yang bersumber dari alokasi APBD II Tahun 2026 itu berupa 375 kilogram benih jagung hibrida dan 25 ton pupuk organik padat dengan total anggaran mencapai Rp140.962.500.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan lahan jagung seluas 25 hektare. Distribusi dilakukan berdasarkan data hasil verifikasi agar seluruh bantuan benar-benar diterima oleh petani yang berhak dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil panen.
Wabup Pandu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan seluruh program pertanian berjalan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Petani adalah tulang punggung perekonomian. Karena itu pemerintah memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran untuk mewujudkan kedaulatan pangan Karangasem,” tegasnya.
Karangasem sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas jagung. Data pemerintah daerah menunjukkan produksi jagung di kabupaten paling timur Pulau Bali itu telah mencapai 8.176 ton per tahun. Sementara itu, potensi lahan pertanian yang dapat ditanami jagung mencapai 3.219,8 hektare.
Melihat besarnya potensi tersebut, Pemkab Karangasem terus memperkuat dukungan melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, serta penguatan kelembagaan petani. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lahirnya sektor pertanian yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing.
Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Subak Bale Punduk menjadi salah satu strategi nyata pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pertanian Karangasem. Dengan dukungan benih unggul, pupuk organik, serta pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas jagung diharapkan terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di masa mendatang.



































