Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat meninjau Subak Lipang, Desa Menanga.
Karangasem
Usai menghadiri peresmian program TMMD ke-128 di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang—sebuah langkah nyata mempercepat pemerataan pembangunan desa—perhatian pemerintah langsung beralih pada denyut kehidupan petani di lapangan.
Tak sekadar hadir dalam seremoni, peninjauan dilakukan hingga ke akar persoalan. Di Subak Lipang, Desa Menanga, kerusakan saluran irigasi akibat terjangan banjir menjadi sorotan utama. Infrastruktur ini bukan sekadar saluran air biasa, melainkan urat nadi yang menghidupi sekitar 13 hektare lahan pertanian warga.
Kondisi tersebut mendorong respons cepat. Dalam jangka pendek, penanganan darurat segera digerakkan melalui pemasangan sekitar 20 titik gronjong. Langkah ini diharapkan mampu menjaga aliran air tetap mengalir dan dimanfaatkan petani di tengah keterbatasan.
Namun solusi tidak berhenti pada penanganan sementara. Untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan rencana pembangunan bendungan permanen—sebuah upaya menghadirkan sistem irigasi yang lebih kokoh, tahan bencana, dan berkelanjutan.
Urgensi perbaikan ini tak lepas dari besarnya potensi pertanian di kawasan tersebut. Dengan rata-rata produksi mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare setiap enam bulan, keberlangsungan irigasi menjadi faktor penentu stabilitas hasil dan kesejahteraan petani.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, langkah ini mencerminkan komitmen menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi masyarakat desa. Pemerintah pun menegaskan akan terus mengawal proses ini, memastikan setiap kebutuhan petani mendapat perhatian serius dan solusi yang tepat sasaran.



































