Foto: Sesi foto bersama seusai talkshow bertajuk “Gerakan Perubahan untuk Restorasi” yang digelar oleh DPW Partai NasDem Bali, Sabtu (8/11/2025) di Denpasar.
Denpasar
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Wirka, S.H., M.H., mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk aktif menjadi bagian dari pengawasan pemilu demi menjaga integritas demokrasi. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Gerakan Perubahan untuk Restorasi” yang digelar oleh DPW Partai NasDem Bali, Sabtu (8/11/2025) di Denpasar.
Dalam kesempatan itu, Wirka mengawali paparannya dengan apresiasi terhadap inisiatif penyelenggara acara yang dinilai turut mendorong peningkatan literasi politik di kalangan generasi muda.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara acara atas terselenggaranya talkshow yang sangat penting ini. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Rektor yang aktif menggerakkan semangat pendidikan politik di kalangan mahasiswa, baik melalui kegiatan langsung maupun di media sosial,” ujarnya.
Wirka juga mengungkapkan rasa bangganya dapat berdiskusi bersama Ketua KPU Provinsi Bali yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pemilu.
“Beliau ini luar biasa, sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung dalam penyelenggaraan pemilu—pernah menjadi pengawas, pernah juga terlibat dalam pelaksanaan teknis di tingkat kecamatan. Pengalamannya tentu jauh di atas saya yang baru delapan tahun menjadi pengawas pemilu di tingkat provinsi. Tapi saya bersyukur, karena banyak belajar dari beliau dan rekan-rekan penyelenggara pemilu lainnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wirka memaparkan hasil analisis Bawaslu terkait pelaksanaan Pemilu 2024. Berdasarkan data pengawasan dan pemetaan kerawanan, masih banyak peserta pemilu yang belum memahami aturan teknis, terutama mengenai larangan-larangan dalam kampanye.
“Contoh sederhana, di beberapa titik jalan masih banyak ditemukan bahan kampanye yang dipasang tidak sesuai aturan. Kami tidak serta-merta menindak, melainkan lebih mengedepankan langkah komunikasi dan pencegahan: kami minta agar ditertibkan secara persuasif,” jelasnya.
Selain pelanggaran pemasangan alat peraga, Bawaslu juga menyoroti praktik pemberian barang atau uang selama masa kampanye. Wirka menegaskan bahwa tindakan tersebut tergolong pelanggaran dan perlu dicegah sejak dini.
“Silakan berkampanye, tapi jangan memberikan materi dalam bentuk apa pun. Pencegahan seperti inilah yang terus kami lakukan di lapangan,” tegasnya.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada Partai NasDem Bali yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan pendidikan politik. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk inovasi politik yang mendorong lahirnya generasi muda berintegritas.
“Ini langkah cerdas dan progresif, karena pendidikan politik menjadi kunci untuk menciptakan pemilu yang cerdas, beretika, dan bermartabat,” katanya.
Wirka berharap kegiatan seperti ini dapat melahirkan pengawas pemilu partisipatif, terutama dari kalangan mahasiswa, untuk membantu Bawaslu mendeteksi potensi pelanggaran di masyarakat. Saat ini, Bawaslu Bali telah membentuk sekitar 280 pengawas partisipatif yang tersebar di enam kabupaten.
Namun demikian, Wirka mengakui masih banyak masyarakat yang takut melapor ketika menemukan pelanggaran pemilu.
“Padahal, Bawaslu selalu menjamin kerahasiaan identitas pelapor sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Jadi jangan pernah ragu untuk melapor, karena kami akan melindungi setiap warga negara yang berani bersuara demi tegaknya keadilan pemilu,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kewenangan Bawaslu dalam menangani pelanggaran pemilu sangat terbatas. Dari tiga jenis pelanggaran pemilu, Bawaslu hanya memiliki kewenangan penuh pada pelanggaran administratif, sementara pelanggaran pidana ditangani bersama kejaksaan dan kepolisian. Karena itu, pendekatan pencegahan selalu diutamakan.
“Kami ingin persoalan-persoalan diselesaikan di lapangan, bukan di Mahkamah Konstitusi. Jangan sampai hasil pemilu ditentukan oleh MK,” ujarnya mengingatkan.
Wirka kemudian menyerukan agar seluruh masyarakat ikut aktif dalam pengawasan pemilu.
“Bawaslu tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Mari bersama-sama kita kawal demokrasi agar tetap bersih, jujur, dan berintegritas,” pungkasnya.



































