Foto: Ketua DPW Partai NasDem, yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara.
Denpasar
Di tengah menguatnya apatisme generasi muda terhadap dunia politik, Partai NasDem Bali hadir dengan semangat baru: mengembalikan makna sejati politik sebagai jalan pengabdian, bukan perebutan kekuasaan. Melalui talkshow bertajuk “Gerakan Perubahan untuk Restorasi”, yang digelar Sabtu (8/11/2025) di Ballroom DPW Partai NasDem Bali, Renon, Denpasar, partai besutan Surya Paloh ini mengajak kaum muda untuk kembali percaya pada politik yang beretika, cerdas, dan bermartabat.
Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, menegaskan pentingnya membangun politik yang beretika, cerdas, dan bermartabat.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali dari Partai NasDem ini menyatakan bahwa politik merupakan sumber keputusan bagi hampir seluruh aspek kehidupan bangsa, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Karena itu, politik seharusnya diisi oleh orang-orang baik dan generasi muda yang berintegritas.
“Seluruh aspek kehidupan bangsa tidak lepas dari keputusan politik. Karena itu, politik harus diisi oleh orang-orang baik, oleh generasi muda yang cerdas dan berintegritas,” ujarnya.
Senantara menyoroti rendahnya tingkat partisipasi mahasiswa dalam politik. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Partai NasDem untuk terus menggelar pendidikan politik di seluruh Indonesia.
“Kami ingin generasi muda lebih mengenal dan memahami politik dengan cara yang benar dan beretika,” katanya.
Lebih lanjut, Senantara menegaskan bahwa Partai NasDem hadir untuk memulihkan marwah politik, dengan semangat Gerakan Perubahan untuk Restorasi Indonesia.
“Restorasi bukan sekadar perubahan, tetapi memperbaiki apa yang belum baik dan mempertahankan yang sudah baik. Politik harus menjadi sarana perjuangan untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyinggung etika politik NasDem yang berbeda dari partai lainnya.
“Ketika partai-partai lain sibuk berebut jabatan, Partai NasDem justru menolak jatah kekuasaan karena merasa belum berkeringat dalam perjuangan pemerintahan saat ini. Itulah etika politik yang kami junjung tinggi,” tegasnya.
Senantara menegaskan bahwa Partai NasDem ingin menjadi kekuatan pemersatu, bukan pemecah bangsa.
“Partai NasDem ingin menghadirkan politik yang membawa persatuan, bukan perpecahan. Politik yang memberi pencerahan, bukan menyusahkan rakyat. Politik yang berjuang untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” tuturnya.
Ia berharap melalui acara talkshow yang digelar NasDem Bali ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap politik yang sehat dan beretika.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun politik yang beretika, cerdas, dan berpihak kepada rakyat. Salam Restorasi!” tutupnya.



































