Foto: DPW Partai NasDem Provinsi Bali memeriahkan HUT ke-14 Partai NasDem dengan menggelar Talkshow Gerakan Perubahan untuk Restorasi, pada Sabtu, 8 November 2025, di Ballroom DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Renon – Denpasar.
Denpasar
DPW Partai NasDem Provinsi Bali menyambut HUT ke-14 Partai NasDem dengan menggelar Talkshow Gerakan Perubahan untuk Restorasi, sebuah forum diskusi publik yang ditujukan untuk memperkuat literasi politik masyarakat dan meneguhkan komitmen partai terhadap agenda perubahan. Acara ini akan berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025, di Ballroom DPW NasDem Bali, Renon–Denpasar.
Sebagai ruang dialog terbuka, talkshow ini menghadirkan jajaran narasumber dari lembaga-lembaga strategis. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. (Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar), I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.T.P., M.P. (Ketua KPU Provinsi Bali), I Wayan Wirka, S.H., M.H. (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Bali), serta Dr. Kadek Dwita Apriani, S.Sos., M.I.P. (Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Udayana). Acara dipandu oleh I Putu Hadi Pradnyana, S.IP., M.Si.
Wakil Ketua DPW Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik, I Kadek Eggy Segel, menjelaskan bahwa penyelenggaraan talkshow ini lahir dari tanggung jawab partai untuk menghadirkan pendidikan politik yang berkualitas bagi masyarakat.
“Yang pertama, kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami sebagai partai politik, di mana kami diberikan tugas untuk melaksanakan pendidikan politik kepada masyarakat umum. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT Partai NasDem yang ke-14,” ujarnya.
Eggy menegaskan bahwa kehadiran para narasumber berkompeten bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya serius NasDem untuk membawa pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ke dalam ruang politik.
“Dalam talkshow ini kami menghadirkan narasumber-narasumber yang sangat kompeten. Tujuannya, seperti yang disampaikan tadi, adalah untuk mencerdaskan masyarakat umum, khususnya generasi muda, agar mereka lebih melek politik, tidak apatis, dan yang terpenting tidak alergi terhadap partai politik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan prinsip Partai NasDem yang mengusung scientific approach, sebuah pendekatan politik yang menempatkan basis keilmuan sebagai landasan utama. Karena itu, setiap kegiatan pendidikan politik yang digelar partai selalu melibatkan narasumber yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, sehingga proses pembelajaran publik dapat berlangsung lebih terukur, objektif, dan kredibel.
“Hal ini juga sejalan dengan tujuan partai kami yang mengusung scientific approach, di mana kami menjunjung tinggi pendekatan yang berbasis keilmuan. Karena itu, dalam setiap kegiatan pendidikan politik, kami berupaya menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin, Eggy menegaskan bahwa NasDem Bali berkomitmen menjaga keberlanjutan ruang diskusi politik. Menurutnya, talkshow tersebut merupakan bagian dari pendidikan politik yang memang menjadi kewajiban setiap partai, termasuk NasDem, sebagai bentuk tanggung jawab lembaga politik dalam melayani masyarakat. Kegiatan seperti ini dipandang penting untuk terus digelar agar fungsi edukasi politik tetap berjalan dan dapat diakses publik secara berkelanjutan.
“Partai NasDem, seperti yang disampaikan di awal, memandang bahwa talk show ini adalah bagian dari pendidikan politik. Kegiatan seperti ini bukan hanya kewajiban NasDem, tetapi merupakan tugas semua partai politik sebagai bentuk tanggung jawab lembaga partai yang didirikan untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa NasDem Bali senantiasa membuka diri untuk berdialog dengan berbagai pihak, mulai dari aktor politik, para pakar, hingga masyarakat luas. Partai berupaya memastikan ruang diskusi dan pendidikan politik tetap hidup, sehingga kegiatan serupa akan terus dilaksanakan bersama para tokoh di Bali sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan dialog publik.
“NasDem selalu terbuka untuk menjalin komunikasi dengan semua pihak, baik antarpasangan politik, para pakar, maupun masyarakat luas. Kami ingin memastikan bahwa ruang diskusi dan pendidikan politik tetap hidup, dan kami akan terus melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini, berdialog dengan tokoh-tokoh di Bali,” katanya.
Komitmen tersebut selaras dengan pesan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang menekankan pentingnya persatuan dalam membangun Bali. Prinsip yang dipegang adalah bahwa kerja-kerja politik untuk membangun daerah harus berjalan terus-menerus, sementara kontestasi politik hanyalah momentum lima tahunan. Setelah pemilu usai, seluruh elemen masyarakat dan politik diharapkan kembali bersatu untuk mewujudkan Bali Dwipa, Bali yang maju, kuat, dan harmonis.
“Kontestasi politik itu hanya terjadi lima tahun sekali; namun setelahnya, semua pihak harus kembali bersatu dan bekerja bersama. Tujuan akhirnya adalah satu: mewujudkan Bali Dwipa, Bali yang maju, kuat, dan harmonis,” tegasnya.
Dengan mengusung tema Gerakan Perubahan untuk Restorasi, talkshow ini mempertegas kembali identitas Partai NasDem sebagai partai yang konsisten mendorong politik bersih, memperkuat demokrasi, serta menempatkan kepentingan rakyat di garis terdepan.
Selain memperingati HUT partai, kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi gagasan antara kader, simpatisan, dan masyarakat umum. Diskusi diharapkan mampu memperluas wawasan publik tentang pemilu, demokrasi, peran generasi muda, serta tantangan Bali ke depan. Dengan meningkatnya minat publik terhadap informasi politik, kehadiran para pakar dan penyelenggara pemilu memastikan bahwa dialog berlangsung lebih dalam, komprehensif, dan menyajikan ragam perspektif yang penting bagi peningkatan kualitas demokrasi di Bali.



































