Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara menggelar pendidikan politik bertajuk “Penguatan Literasi Politik Untuk Meningkatkan Kesadaran Demokrasi” yang digelar di Desa Galungan, Minggu (15/3/2026).
Buleleng
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—untuk meningkatkan literasi politik sebagai fondasi memperkuat demokrasi. Ajakan itu disampaikan saat kegiatan pendidikan politik bertajuk “Penguatan Literasi Politik Untuk Meningkatkan Kesadaran Demokrasi” yang digelar di Desa Galungan, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga anak muda yang tampak antusias mengikuti jalannya acara. Diskusi berlangsung dinamis, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu-isu politik yang selama ini kerap dianggap jauh dari kehidupan mereka.
Dalam pemaparannya, Senantara yang juga Ketua DPW Partai NasDem Bali ini menegaskan bahwa derasnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi politik yang kuat. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam dinamika demokrasi, tetapi harus mampu memahami isu secara kritis, mengenali hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta memilah informasi yang benar di tengah maraknya hoaks.
“Anak muda tidak boleh apatis. Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka terlibat dan peduli terhadap proses politik,” ujar Senantara.
Ia menekankan, literasi politik bukan sekadar memahami teori, melainkan membangun kesadaran kolektif untuk berpartisipasi aktif. Keterlibatan itu dapat dimulai dari hal sederhana seperti berdiskusi, mengikuti perkembangan kebijakan publik, hingga menggunakan hak pilih secara bijak dalam setiap momentum demokrasi.
Lebih lanjut, Senantara menilai politik sejatinya sangat dekat dengan kehidupan anak muda. Kebijakan di bidang pendidikan, lapangan kerja, hingga ruang berekspresi di dunia digital, semuanya tidak lepas dari proses politik. Karena itu, generasi muda harus mampu memposisikan diri bukan hanya sebagai objek, tetapi juga subjek yang ikut menentukan arah pembangunan bangsa.
Ia juga menyoroti potensi besar anak muda dalam membawa energi baru bagi demokrasi. Dengan karakter yang kritis, adaptif, dan melek teknologi, generasi muda dinilai mampu mendorong transparansi sekaligus menghadirkan gagasan segar dalam proses pengambilan keputusan.
“Dengan literasi politik yang baik, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, politik identitas, maupun kepentingan sempit yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya.
Senantara menambahkan, partisipasi politik generasi muda merupakan kunci masa depan demokrasi Indonesia. Hak pilih yang dimiliki harus dipandang sebagai instrumen penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan negara.
Di akhir kegiatan, ia juga menegaskan komitmen Partai NasDem untuk terus mengedepankan semangat restorasi melalui ide dan gagasan. Menurutnya, NasDem berkomitmen membangun dan merawat Bali dengan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar dan melek politik. Setiap suara memiliki arti, dan setiap langkah hari ini akan menentukan masa depan Indonesia,” pungkasnya.



































