Foto: Ketua DPW Partai NasDem Bali, yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara.
Denpasar
Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, menegaskan pentingnya membangun politik yang berakar pada kerja sosial. Menurutnya, semakin tinggi aktivitas sosial seseorang di masyarakat, maka semakin rendah pula biaya politik yang dibutuhkan saat terjun ke dunia politik.
Penegasan ini disampaikan Senantara saat ditemui seusai kegiatan talkshow bertajuk “Gerakan Perubahan untuk Restorasi”, serangkaian HUT ke-14 NasDem, Sabtu (8/11/2025), di Ballroom DPW Partai NasDem Bali, Renon, Denpasar.
Lebih lanjut Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali dari Partai NasDem ini menegaskan bahwa semakin tinggi investasi sosial seseorang di tengah masyarakat, maka semakin rendah pula biaya politik yang dibutuhkan saat terjun ke dunia politik. Ia menilai, kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, organisasi, maupun aktivitas di tingkat banjar dan komunitas menjadi bentuk investasi sosial yang efektif untuk membangun kepercayaan publik tanpa harus mengandalkan praktik politik uang.
“Seperti yang disampaikan oleh Ketua KPU Bali, semakin tinggi cost sosial seseorang, maka cost politiknya akan rendah,” ujarnya dalam kegiatan pendidikan politik Partai NasDem Bali. “Artinya, jika kita sudah aktif dalam kegiatan sosial, organisasi, dan dekat dengan masyarakat di tingkat banjar maupun komunitas, maka kita tidak perlu mengandalkan politik uang,” terangnya.
Prinsip tersebut telah dibuktikan Senantara dalam perjalanan karier politiknya. Sebelum terjun ke dunia politik, ia telah melakukan investasi sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dengan tagline “Senantara Peduli, Senantara Berbagi.” Gerakan ini menjadi wadah pengabdian sosialnya yang berkelanjutan di berbagai lapisan masyarakat Bali.
Investasi sosial yang dilakukan Senantara inilah yang kemudian membawanya memperoleh kepercayaan masyarakat dan mengantarkannya menjadi Anggota DPR RI. Keberhasilan tersebut juga mencatat sejarah baru bagi Partai NasDem Bali, karena untuk pertama kalinya partai ini berhasil pecah telur menembus kursi DPR RI setelah sebelumnya selalu gagal dalam setiap periode pemilu.
Senantara turut menyoroti rendahnya partisipasi anak muda dalam politik. Menurutnya, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, sekitar 60–61 persen anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, masih belum tertarik pada politik karena pemahaman yang terbatas.
Inilah yang mendorong NasDem Bali menggelar talkshow pendidikan politik untuk anak muda. Melalui kegiatan pendidikan politik ini, NasDem Bali berharap generasi muda mampu melihat politik sebagai perjuangan yang mulia, bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan wadah memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
“Dengan pendidikan politik yang terus dilakukan, kami ingin membangun kesadaran bahwa politik bukan sesuatu yang kotor, tapi justru alat mulia untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Senantara.



































