Foto: Suasana penyerahan 350 paket sembako untuk korban banjir di Banjar Tohpati.
Denpasar
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir bandang yang melanda Bali, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dapil Bali, Ir. I Nengah Senantara, menyerahkan 350 paket bantuan sembako kepada warga terdampak di Banjar Tohpati, Kecamatan Denpasar Timur, pada Minggu (14/9/2025).
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Nengah Senantara didampingi Ketua DPD Partai NasDem Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Widiada atau yang akrab disapa Gung Widiada, Anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem, Wayan Gatra, serta sejumlah pengurus DPW Partai NasDem Provinsi Bali.
Dalam kesempatan itu, Senantara yang juga Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, menyampaikan bahwa bantuan sembako ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan kepeduliannya sebagai wakil rakyat.
“Hari ini, saya atas nama pribadi, sekaligus sebagai anggota DPR RI dari Dapil Bali dan juga mewakili Partai NasDem Bali, menyerahkan bantuan sembako sebanyak 350 paket kepada warga di Banjar Tohpati,” ujar Senantara.
Ia menegaskan bahwa banjir bandang yang terjadi di Bali merupakan bencana luar biasa karena telah menelan korban jiwa sebanyak 18 orang. Bantuan sembako yang disalurkan menjadi wujud kepedulian dan keprihatinannya sebagai warga Bali sekaligus wakil rakyat, mengingat musibah tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan saya sebagai warga Bali dan wakil rakyat, mengingat Bali baru saja tertimpa bencana alam yang luar biasa, yakni banjir bandang, yang hingga hari ini telah menelan korban jiwa sebanyak 18 orang,” lanjut pengusaha sukses yang dikenal dengan tagline Senantara Peduli Senantara Berbagi.
Menurut Senantara, banjir bandang yang melanda Denpasar dan sejumlah wilayah lain di Bali tidak bisa dilepaskan dari persoalan tata kelola lingkungan. Ia menilai pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Bali perlu lebih serius memperhatikan penyebab terjadinya bencana tersebut. Dua faktor utama yang menurutnya memicu banjir adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali serta rendahnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah.
“Menurut pandangan saya, hal ini tidak terlepas dari dua faktor utama: alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta kurangnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, hujan deras yang mengguyur selama dua hari berturut-turut sejak Selasa (9/9/2025) membuat sungai-sungai di Denpasar dan Badung tidak mampu menampung debit air. Kondisi tersebut memicu banjir bandang yang meluas hingga enam kabupaten, yakni Jembrana, Badung, Gianyar, Tabanan, Karangasem, dan Klungkung.
“Ketika hujan deras turun selama dua hari berturut-turut, sungai-sungai yang ada di Denpasar dan Badung tidak mampu menampung dan mengalirkan air, sehingga terjadilah banjir besar. Tentu ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” katanya.
Meski sebagian pihak menilai banjir yang melanda Bali murni akibat curah hujan ekstrem, Senantara berpendapat bahwa faktor tata kelola lingkungan memiliki peran lebih besar. Ia meyakini, jika pengelolaan lahan dan sistem drainase berjalan baik, bencana dengan dampak sebesar ini tidak akan terjadi meskipun curah hujan tinggi.
“Memang banyak yang berpendapat banjir ini murni karena faktor alam, yaitu curah hujan yang tinggi. Namun saya meyakini, bila tata kelola lahan dan drainase kita baik, hal ini tidak akan menimbulkan bencana sebesar sekarang,” ungkapnya.
Terkait aspirasi warga mengenai kebutuhan pembuatan jalan air baru, Senantara menegaskan bahwa hal tersebut akan diperjuangkan. Menurutnya, aspirasi ini penting dan menjadi bagian dari tugas wakil rakyat. Karena wilayah yang terdampak berada di Kota Denpasar, ia berharap Wayan Gatra selaku Anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem dapat mengambil langkah optimal terlebih dahulu. Jika persoalan tersebut tidak terselesaikan di tingkat daerah, Senantara berkomitmen untuk memperjuangkannya di tingkat pusat.
“Kebetulan wilayah ini berada di Kota Denpasar, dan Partai NasDem memiliki wakil di sana, yakni Bapak Wayan Gatra. Saya berharap beliau bisa melakukan langkah-langkah optimal terlebih dahulu. Jika masalah ini tidak terselesaikan di daerah, tentu saya akan memperjuangkannya juga di tingkat pusat,” paparnya.
Senantara menyampaikan harapannya agar peristiwa banjir bandang tidak lagi terulang di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan agar bencana serupa menjadi yang terakhir kali terjadi di Bali.
“Harapan kita semua, semoga kejadian seperti ini tidak terus berulang dan menjadi yang terakhir kalinya di Bali,” pungkasnya.
Sementara itu, Warga dan tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Senantara. Mereka berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi masyarakat dalam menghadapi musibah.



































