Foto: (Alm) Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Mayor Jenderal (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila.
Jakarta
Jenazah Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Mayor Jenderal (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (19/8). Prosesi kremasi dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB sesuai dengan permintaan almarhum sebelum wafat.
Sebelum keberangkatan jenazah dari Kantor ABN NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersama sejumlah petinggi partai memberikan penghormatan terakhir. Tampak hadir pula Prananda Surya Paloh, Lestari Moerdijat, dan Siti Nurbaya Bakar dalam pelepasan tersebut.
IGK Manila lahir di Singaraja, Bali, pada 1942. Selain dikenal sebagai purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal, ia juga tercatat sebagai salah satu figur penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Sebagai manajer tim nasional, IGK Manila mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina—prestasi yang baru mampu diulang 32 tahun kemudian pada SEA Games 2023 di Kamboja.
Di level klub, kontribusinya tak kalah besar. Ia menjadi bagian kebangkitan Persija Jakarta pada akhir 1990-an, hingga mengantar Macan Kemayoran menjuarai Liga Indonesia 2001.
Kiprah IGK Manila juga penuh dinamika. Ia sempat diproyeksikan masuk ke parlemen lewat Fraksi ABRI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Namun, panggilan sejarah datang saat Ketua Umum PSSI kala itu menugaskannya mendampingi timnas di SEA Games 1991.
Dedikasi, disiplin, dan strategi inovatif menjadikan IGK Manila lebih dari sekadar manajer tim. Ia dianggap sebagai arsitek kejayaan sepak bola Indonesia, meninggalkan warisan yang tak lekang oleh waktu.



































