Foto: Ketua DPW Partai NasDem Bali yang juga Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. I Nengah Senantara.
Denpasar
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Bali terus memperkuat konsolidasi internal melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar pada Kamis (10/7/2025) di Gedung DPW NasDem Bali. Rakorwil ini menjadi ajang penting untuk menyatukan gerak langkah partai dalam menghadapi Pemilu 2029 sekaligus sebagai persiapan menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung pada 8–10 Agustus 2025 di Makassar.
Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, menegaskan bahwa Rakorwil kali ini difokuskan untuk membahas pemetaan kekuatan suara, rencana strategi ke depan, serta arah perjuangan Partai NasDem di Bali. Para ketua DPD kabupaten/kota diminta memaparkan kondisi daerah masing-masing, termasuk potensi penguatan basis suara dan evaluasi capaian sebelumnya.
” Nah isinya dari Rakorwil tentu saya minta penjelasan kepada Ketua DPD Kabupaten Kota seperti apa mapping suara tentunya, terus rencana ke depannya, dan Partai NasDem mau dibawa ke mana. Itu intinya,” ujar Senantara.
Rakorwil ini juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi seluruh pengurus, yang kemudian akan dibawa ke Rakernas di Makassar. Seluruh DPD, DPW, dan struktur organisasi NasDem di seluruh Indonesia akan hadir untuk menerima pengarahan langsung dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
“Dan ini ada hubungannya juga nanti ada Rakernas Partai NasDem yang akan diadakan 8–10 Agustus di Makassar. Jadi semua DPD, DPW, termasuk struktur organisasinya datang ke Makassar untuk mendapatkan pengarahan dari ketua umum kita Bapak Surya Paloh,” katanya.
Anggota Komisi VI DPR RI itu juga menegaskan bahwa fokus utama Rakorwil adalah memperkuat eksistensi Partai NasDem di Bali. Sementara isu-isu lain yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum belum menjadi pembahasan utama dalam pertemuan ini.
“Jadi aspirasi yang paling utama tentu bagaimana Partai NasDem ke depan di Bali, itu yang paling penting. Sedangkan aspirasi yang lainnya untuk kepentingan masyarakat belum tentu banyak dibahas. Jadi yang paling penting itu adalah membawa perkembangan Partai NasDem ke depan. Itu yang paling utama,” jelas Senantara yang dikenal dengan tagline Senantara Berbagi Senantara Peduli.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa perkembangan situasi nasional dan daerah akan dibahas lebih lanjut dalam forum Rakernas. Senantara menegaskan bahwa Rakerwil dan Rakernas difokuskan untuk membahas perkembangan partai ke depan. Sementara isu-isu daerah maupun nasional belum menjadi agenda utama, namun apabila ada perkembangan lain, tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan diangkat dalam Rakernas.
“Ya sekali lagi saya katakan, Rakerwil dan Rakernas itu membahas tentang perkembangan partai ke depan. Itu yang paling utama. Sementara tentang isu-isu yang ada di daerah, isu-isu yang ada di nasional, tidak termasuk. Tetapi barangkali nanti kalau ada perkembangan lain tentu akan dibahas juga di Rakernas,” tambah Senantara.
Partai NasDem Bali saat ini menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif di tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta di DPR RI. Setelah berhasil meraih satu kursi di DPR RI atau yang disebut sebagai “pecah telur”, NasDem Bali kini berupaya memperluas capaian di tingkat daerah. Gianyar menjadi salah satu daerah yang berhasil meraih kursi setelah sebelumnya kosong, berkat upaya maksimal yang dilakukan langsung oleh Senantara.
Selain itu, masih terdapat sejumlah daerah yang belum berhasil meraih kursi, seperti Jembrana, Tabanan, dan Badung. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Partai NasDem Bali untuk dievaluasi secara mendalam. Evaluasi terhadap daerah-daerah tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rakorwil, guna merumuskan strategi yang lebih efektif dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.
” Tapi syukur di bawah kendali saya pada saat mencalonkan diri, Gianyar bisa pecah telur. Karena di Gianyar itu memang saya yang mengkondisikan, saya habis-habisan juga untuk di Gianyar bisa pecah telur. Karena awalnya juga kosong di Gianyar,” ujarnya.
Evaluasi akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masukan dari seluruh DPD dan DPW, sesuai dengan prinsip keterbukaan yang menjadi visi dan misi kepemimpinannya.
“Pasti. Ini kita bicarakan pada saat Rakerwil. Jadi ke depan tentu saya minta masukan juga dari Pengurus Partai DPW tentunya dan harapannya juga masukan dari DPD-DPD. Karena kita terbuka, jadi beda ketua NasDem dulu dengan ketua NasDem sekarang,” tegas Senantara.
Dalam kepemimpinannya, Senantara membawa semangat keterbukaan untuk menyerap aspirasi dari berbagai kalangan.
“Saya membawa misi dan visi keterbukaan, dari manapun sumbernya, kita siap menyerap, menerimanya, sehingga harapannya NasDem itu bisa berkembang,” ujarnya.
Senantara juga mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi selama menjabat sebagai ketua DPW adalah mengisi kursi-kursi kosong di beberapa daerah. Meski demikian, ia tetap optimistis karena terdapat peningkatan suara di Buleleng, serta keberhasilan NasDem mengantarkan kader menjadi kepala daerah di Karangasem. Meskipun di Karangasem terjadi penurunan suara, keberhasilan tersebut dinilai sebagai modal penting untuk memperkuat posisi partai di daerah lain. Dinamika politik yang sangat cepat juga menjadi perhatian, sehingga strategi ke depan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
” Di Karangasem ada penurunan suara tetapi kita punya berhasil mengantarkan kader kita jadi kepala daerah di Karangasem. Nah ini yang ingin kita perjuangkan juga untuk di daerah-daerah lain. Karena perkembangan perpolitikan tentu dinamikanya sangat dinamis. Kita masuk ke urusan itu nanti,” jelasnya.



































