Foto: Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa saat menghadiri pertemuan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Wantilan Sabha Prakerti, Kantor Bupati Karangasem, Senin (19/10/2026).
Karangasem
Pemerintah Kabupaten Karangasem membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), potensi krisis sosial-ekonomi, hingga ancaman bencana musiman.
Langkah ini dibahas dalam pertemuan di Wantilan Sabha Prakerti, Kantor Bupati Karangasem, Senin (19/10/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa atau Guru Pandu, Sekretaris Daerah Sedana Merta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, serta unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan.
Pembentukan Satgas tersebut menjadi langkah antisipatif untuk memastikan berbagai potensi gangguan tidak kembali menghambat aktivitas masyarakat, mengganggu roda perekonomian, maupun mengganggu pelayanan publik.
Pengalaman menghadapi kelangkaan BBM sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dan menyiapkan langkah penanganan sejak dini.
Dalam pengawasan BBM, Satgas akan berfokus pada tiga aspek utama, yakni menjaga ketersediaan pasokan, memastikan penyaluran tepat sasaran, serta mencegah dan menindak penyimpangan distribusi sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing instansi.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPDN), agen dan penyalur termasuk Pertashop, hingga pengguna BBM yang berhak sesuai ketentuan.
Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan BBM bersubsidi dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Selain mengantisipasi persoalan BBM, Satgas juga dipersiapkan untuk menghadapi potensi bencana musiman. Ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau serta banjir ketika musim hujan menjadi perhatian yang perlu diantisipasi melalui koordinasi lintas sektor.
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menegaskan, kesiapsiagaan dan sinergi antarlembaga menjadi kunci agar pemerintah daerah tidak terlambat merespons berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
“Pertemuan dan pembentukan Satgas ini adalah langkah krusial agar kita tidak gagap dan lebih siap mengantisipasi segala kemungkinan di masa depan,” tegas Guru Pandu.
Ia juga menekankan pentingnya mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian masalah secara bijaksana.
Melalui Satgas ini, Pemkab Karangasem berupaya menyelaraskan langkah bersama Forkopimda, TNI, Polri, Kejaksaan, dan seluruh perangkat daerah agar penanganan potensi krisis berjalan lebih terarah dan efektif.
Guru Pandu turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Karangasem yang tetap tenang dan menaati aturan selama menghadapi situasi sulit.
Dengan kesiapan yang lebih baik dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemkab Karangasem berharap aktivitas warga tetap berjalan normal, perekonomian daerah tetap bergerak, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat senantiasa terjaga.



































