Foto: Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa saat melakukan audiensi dengan Bali Trail Run di Ariras Hotel, Candidasa, Selasa (18/8/2026).
Karangasem
Event lari berbasis alam dan budaya didorong menjadi salah satu strategi untuk memperkuat promosi pariwisata Kabupaten Karangasem ke pasar nasional maupun internasional. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan Bali Trail Run dengan rute yang mengeksplorasi beragam lanskap dan kekayaan budaya Karangasem.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Bali Trail Run bersama Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Selasa (18/8/2026), di Ariras Hotel, Candidasa.
Pertemuan tersebut membahas peluang event lari tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai media promosi destinasi wisata. Rute yang memadukan kawasan pesisir, pegunungan, savana hingga lingkungan pedesaan dinilai dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta sekaligus memperkenalkan potensi Karangasem kepada wisatawan.
Pengembangan event tersebut, kata pihak terkait, perlu dipersiapkan secara matang. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari penataan lokasi, ketersediaan fasilitas pendukung, keamanan dan kenyamanan peserta, promosi digital, hingga perlindungan lingkungan.
Promosi digital secara masif dan terarah juga dinilai penting untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Dengan kemasan event yang tepat, Bali Trail Run diharapkan mampu menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pesona alam dan budaya Karangasem ke pasar internasional.
Selain aspek pariwisata, event ini juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Ruang promosi bagi budaya lokal, UMKM, serta desa wisata dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga masyarakat di sekitar jalur event.
Namun, pengembangan pariwisata berbasis alam tetap harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Mitigasi bencana, kepatuhan terhadap tata ruang, serta perlindungan hutan, sawah dan kawasan kaki Gunung Agung menjadi perhatian penting dalam pengembangan destinasi wisata Karangasem.
Ke depan, pembahasan teknis Bali Trail Run akan dikoordinasikan bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Dinas Pariwisata. Koordinasi juga akan dilakukan dengan unsur eksekutif dan legislatif untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan.
Event tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Bali Trail Run dapat menjadi salah satu etalase pariwisata Karangasem yang mempertemukan olahraga, alam, budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui event tersebut, pesona laut, pegunungan dan savana Karangasem diharapkan semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata yang berkelanjutan.



































