Foto: Pengurus DPW Garnita Malahayati Partai NasDem Provinsi Bali saat memperingati HUT ke-15 Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem di Gedung Sekretariat DPW Partai NasDem Bali, Selasa, 21 Juli 2026.
Denpasar
Lima belas tahun bukan sekadar angka bagi Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem. Ia adalah perjalanan panjang tentang perempuan yang memilih untuk hadir, bergerak, dan peduli. Tentang tangan-tangan yang diulurkan kepada mereka yang membutuhkan, serta langkah-langkah kecil yang diharapkan mampu menyalakan perubahan di tengah masyarakat.
Semangat itu kembali digaungkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Garnita Malahayati NasDem yang digelar secara nasional pada Selasa, 21 Juli 2026. Mengusung tema “Garnita Peduli”, perayaan tersebut dipusatkan melalui zoom meeting dan dirangkai dengan aksi sosial serentak di berbagai daerah.
Di sejumlah wilayah, para kader Garnita turun langsung menyapa masyarakat. Bantuan kursi roda diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Gerakan restorasi juga digelorakan sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjaga lingkungan sekaligus menegaskan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada kata-kata.
Semangat yang sama turut dirasakan di Bali. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garnita Malahayati Partai NasDem Provinsi Bali ikut menyukseskan rangkaian HUT ke-15 tersebut. Bagi Garnita NasDem Bali, momentum ulang tahun bukan hanya tentang merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus membumikan perjuangan dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Ketua DPW Garnita Malahayati Partai NasDem Provinsi Bali, Komang Puspita Dewi, mengatakan Garnita harus mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Keberadaan Garnita, menurutnya, tidak boleh sekadar menjadi pelengkap dalam perjalanan partai, tetapi harus menjadi kekuatan yang ikut menentukan arah gerakan sosial di tengah masyarakat.
“Harapannya Garnita tidak hanya sebagai pelengkap, akan tetapi sebagai unsur penentu dan berperan aktif dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat,” kata Puspita Dewi saat ditemui di sela-sela peringatan HUT ke-15 Garnita di Gedung Sekretariat DPW Partai NasDem Bali, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menegaskan, Garnita NasDem Bali ke depan akan terus membuka ruang kolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjawab persoalan-persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Salah satu perhatian utama yang menjadi komitmen Garnita NasDem Bali adalah peningkatan gizi anak-anak dan ibu. Upaya tersebut diarahkan untuk ikut menekan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia.
Bagi Puspita Dewi, anak-anak adalah masa depan yang harus dijaga sejak hari ini. Sementara ibu merupakan pintu pertama bagi lahirnya generasi yang sehat dan kuat. Karena itu, perhatian terhadap gizi keduanya menjadi bagian penting dari gerakan sosial yang ingin terus dibumikan Garnita.
Tidak hanya soal kesehatan dan gizi, Garnita NasDem Bali juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani persoalan sampah melalui Gerakan Bali Bersih Sampah.
Dukungan itu, kata Puspita Dewi, akan diwujudkan melalui langkah-langkah nyata, salah satunya dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
“Kita ingin mendorong kesadaran masyarakat bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, edukasi dan gerakan nyata di tengah masyarakat harus terus dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan stunting dan sampah menjadi dua isu prioritas yang akan mendapat perhatian Garnita NasDem Bali. Organisasi sayap Partai NasDem itu siap mengambil bagian dalam berbagai upaya yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Penanganan stunting dan masalah sampah menjadi isu yang prioritas dan Garnita NasDem Bali siap memberikan dukungan penuh dengan langkah nyata,” tegas Puspita Dewi.
Di balik semangat “Garnita Peduli”, terselip pesan yang lebih dalam: bahwa kepedulian harus menjadi gerak yang terus menyala. Ia tidak cukup hanya hadir dalam seremoni, tetapi harus menjelma menjadi tindakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Pada momentum HUT ke-15 ini, Puspita Dewi juga mengingatkan seluruh kader Garnita di Bali agar tidak pernah berhenti memperjuangkan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan. Perempuan harus menjadi bagian penting dari proses perubahan. Dari ruang keluarga hingga ruang publik, perempuan memiliki kekuatan untuk menggerakkan kehidupan sosial dan menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.
“Kita semua harus siap bergerak, peduli dalam pemberdayaan perempuan di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Garnita Malahayati NasDem, Andina Thresia Narang, sebelumnya menekankan bahwa peringatan HUT ke-15 harus menjadi momentum untuk semakin menguatkan gerakan sosial seluruh kader Garnita di Indonesia.
Perayaan ulang tahun, dengan demikian, bukan sekadar menandai bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, ia menjadi penanda bahwa perjalanan Garnita harus terus berakar pada kepedulian dan kebermanfaatan.
Sebab pada akhirnya, sebuah gerakan akan menemukan maknanya ketika ia mampu hadir di tengah mereka yang membutuhkan. Ketika kepedulian tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan. Dan ketika setiap perempuan yang bergerak membawa harapan bahwa perubahan, sekecil apa pun langkahnya, selalu mungkin dimulai dari mereka yang memilih untuk peduli. (kbs)



































