Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ir. I Nengah Senantara.
Jakarta
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ir. I Nengah Senantara, mendorong PT TASPEN dan PT ASABRI mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Menurutnya, digitalisasi harus mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan efisien.
Pernyataan tersebut disampaikan Senantara saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT TASPEN dan Direktur Utama PT ASABRI dengan agenda evaluasi kinerja korporasi tahun 2025, penyampaian rencana kerja dan roadmap korporasi tahun 2026, serta agenda lainnya, Rabu (8/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Senantara menilai penerapan sistem digital menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat. Namun, ia menekankan bahwa digitalisasi tidak boleh hanya menjadi proyek teknologi semata, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan dan efisiensi perusahaan.
“Saya melihat dari sistem digital, baik di TASPEN maupun ASABRI, arahnya memang bagaimana kecepatan dan ketepatan layanan bisa dipenuhi. Itu yang paling penting,” ujar Senantara.
Meski mendukung penuh transformasi digital, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali itu meminta manajemen kedua perusahaan terlebih dahulu mengukur manfaat ekonomi dari sistem yang akan diterapkan. Menurutnya, kajian mengenai tingkat efisiensi perlu dilakukan agar investasi digital benar-benar memberikan nilai tambah.
“Saya ingin bertanya, apakah pernah dilakukan riset mengenai berapa besar efisiensi yang bisa dihasilkan dari sistem digital ini? Ini penting, Pak. Karena digitalisasi bukan hanya soal membangun aplikasi, tetapi bagaimana sistem tersebut mampu memangkas biaya, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan efektivitas kerja,” katanya.
Senantara mengatakan, apabila hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi benar-benar mampu meningkatkan efisiensi operasional, maka upaya integrasi sistem patut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah maupun DPR.
“Kalau memang benar-benar efisien, pengalihan atau sistem yang terintegrasi seperti ini patut kita dukung,” tegasnya.
Bahkan, Senantara menyatakan dukungan tersebut tidak hanya sebatas kebijakan. Ia menegaskan kesiapan untuk mendukung penyediaan anggaran bagi pengadaan perangkat dan infrastruktur yang dibutuhkan agar sistem digital dapat berjalan optimal.
“Dukungannya apa? Pasti harus ada dana untuk perangkat-perangkat yang mendukung aplikasi yang akan diterapkan. Jangan sampai kita ingin sistem digital yang baik, tetapi infrastrukturnya tidak memadai,” ujarnya.
Menurut Senantara, investasi pada perangkat pendukung digital merupakan bagian penting dari transformasi layanan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, TASPEN dan ASABRI diyakini dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, transparan, serta mudah diakses oleh seluruh peserta di berbagai daerah.
Ia berharap transformasi digital di kedua BUMN tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi internal perusahaan, tetapi juga memperkuat tata kelola yang lebih modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan demikian, para peserta TASPEN maupun ASABRI dapat merasakan manfaat nyata melalui layanan yang semakin responsif dan berkualitas.



































