Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat menerima hasil penilaian pelayanan publik tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali di Wantilan Sabha Prakerti, Kantor Bupati Karangasem, Kamis (5/3/2026).
Karangasem
Pemerintah Kabupaten Karangasem menerima hasil penilaian pelayanan publik tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali. Penilaian tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata di Wantilan Sabha Prakerti, Kantor Bupati Karangasem, Kamis (5/3/2026).
Dalam evaluasi tersebut, RSUD Kabupaten Karangasem berhasil meraih predikat Sangat Baik, sementara secara keseluruhan Kabupaten Karangasem memperoleh Opini Kualitas Tinggi dalam tata kelola pelayanan publik.
Meski demikian, Bupati yang akrab disapa Gus Par menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Ia menilai penilaian dari Ombudsman harus dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penilaian baik ini bukan alasan untuk berpuas diri. Kita harus jujur mengakui masih ada kelemahan mendasar. Masih ada pelayanan yang kurang empati dan lambat,” ujar Gus Par.
Menurutnya, capaian administratif yang baik harus benar-benar tercermin dalam pelayanan nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa masyarakat harus merasakan pelayanan yang cepat, transparan, profesional, dan berdampak langsung pada kebutuhan mereka.
“Penilaian dari Ombudsman ini menjadi cermin sekaligus cambuk bagi kita untuk terus berbenah,” tegasnya.
Pelayanan Publik Cerminan Kehadiran Pemerintah
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti menjelaskan bahwa kualitas pelayanan publik merupakan indikator penting kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat.
Ia menilai penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan yang cepat, tepat, dan manusiawi merupakan hak dasar masyarakat.
“Pelayanan publik yang berkualitas memberikan kepastian waktu dan prosedur bagi masyarakat saat mengurus administrasi, sehingga mereka tidak perlu membuang waktu dan tenaga,” ujarnya.
Evaluasi Ombudsman juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor, termasuk fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, berbagai keluhan masyarakat seperti antrean panjang atau ketidaknyamanan layanan di fasilitas umum diharapkan dapat segera diatasi.
Tiga Perangkat Daerah Jadi Fokus Penilaian
Dalam penilaian pelayanan publik tahun 2025, terdapat tiga perangkat daerah di Karangasem yang menjadi lokus evaluasi, yakni:
- RSUD Kabupaten Karangasem dengan predikat Sangat Baik
- Dinas Pendidikan dengan predikat Baik
- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPPA PPKB) dengan predikat Baik
Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan dalam tata kelola pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.
Empat Komitmen Perbaikan Pelayanan
Sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi tersebut, Pemkab Karangasem menegaskan empat komitmen utama untuk memperkuat pelayanan publik.
Pertama, perbaikan prosedur layanan dengan memperkuat dan menyederhanakan standar operasional prosedur (SOP) agar proses administrasi masyarakat dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak berbelit.
Kedua, peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pembinaan agar seluruh petugas mampu memberikan pelayanan dengan empati, profesionalitas, dan integritas tinggi.
Ketiga, pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi layanan, termasuk sistem antrean dan penyediaan informasi pelayanan yang lebih terbuka.
Keempat, penguatan pengawasan internal guna mencegah praktik pelayanan yang merugikan masyarakat, seperti penundaan pelayanan atau prosedur yang tidak sesuai aturan.
Menurut Gus Par, tantangan terbesar ke depan bukan hanya mempertahankan nilai baik dalam penilaian administratif, tetapi memastikan kualitas tersebut benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Tantangan kita adalah memastikan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional benar-benar dirasakan masyarakat Karangasem,” ujarnya.



































