Foto: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata memenuhi undangan upacara Dewa Yadnya Ngeresigana dan Ngenteg Linggih di Banjar Dinas Yeh Kali, Desa Seraya, Senin (23/2/2026).
Karangasem
Usai membuka Musrenbang Kecamatan Karangasem, Bupati Karangasem bersama Wakil Bupati tak langsung kembali ke kantor. Senin (23/2/2026), keduanya memilih hadir di tengah masyarakat, memenuhi undangan upacara Dewa Yadnya Ngeresigana dan Ngenteg Linggih di Banjar Dinas Yeh Kali, Desa Seraya.
Kehadiran tersebut bukan sekadar menghadiri seremoni adat. Di sela-sela prosesi, Bupati dan Wakil Bupati meluangkan waktu duduk bersama krama dan keluarga penyelenggara, I Wayan Rupiana sekeluarga. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi ruang terbuka untuk mendengar cerita, aspirasi, sekaligus harapan warga secara langsung.
Bagi pemerintah daerah, turun langsung ke desa adalah cara paling efektif memahami kebutuhan riil masyarakat. Percakapan santai seperti ini dinilai lebih jujur dan membumi, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
“Pemimpin yang baik selalu meluangkan waktu untuk mendengar cerita masyarakatnya secara langsung,” menjadi semangat yang tercermin dalam kunjungan tersebut.
Kedekatan antara pemimpin dan warga dinilai penting agar pemerintah tetap peka terhadap kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat desa. Tidak hanya membangun dari balik meja rapat, tetapi juga menyapa dan menyayomi secara langsung.
Momentum kebersamaan di Banjar Dinas Yeh Kali itu pun menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan angka-angka perencanaan, melainkan juga tentang merawat hubungan, menjaga tradisi, dan memastikan pemerintah selalu hadir di tengah masyarakatnya.



































