Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat melakukan audiensi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Rabu (30/9/2026).
Karangasem
Upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau Gus Par membawa agenda penguatan sumber daya manusia dalam audiensi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Rabu (30/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Karangasem mendapat tambahan 20 paket pelatihan yang diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi, pekerjaan, maupun peluang usaha.
Tambahan pelatihan itu terdiri atas 14 paket melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dan 6 paket melalui tailor made training atau pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu.
Selain tambahan paket pelatihan, pembahasan juga mencakup penguatan pelatihan vokasi dan program magang sebagai salah satu upaya membuka akses masyarakat menuju dunia kerja.
Gus Par juga mendorong peningkatan kompetensi para instruktur, khususnya di bidang tenaga surya. Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas lembaga dan tenaga pengajar.
Dukungan fasilitas untuk Balai Latihan Kerja (BLK) Karangasem turut menjadi perhatian dalam audiensi tersebut. Penguatan fasilitas dinilai penting agar proses pelatihan dapat berjalan lebih optimal dan mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
“Yang kita perjuangkan agar masyarakat Karangasem punya keterampilan, punya akses terhadap pekerjaan, dan mampu menciptakan peluang usaha,” ujar Bupati Gus Par.
Menurut Gus Par, tambahan program pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata. Lebih jauh, program itu diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus mengembangkan usaha secara mandiri.
Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap seluruh paket pelatihan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sehingga semakin banyak warga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang ekonomi yang berkembang.



































