Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nengah Senantara.
Jakarta
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nengah Senantara, meminta pemerintah memperjelas target yang hendak dicapai dari tambahan anggaran Kementerian Perdagangan RI Tahun Anggaran 2027.
Hal tersebut disampaikan Senantara dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Perdagangan RI dengan menghadirkan Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perdagangan RI Tahun Anggaran 2027, Senin (31/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Senantara menyoroti kinerja ekspor Indonesia yang menurutnya perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia menyebut pertumbuhan ekspor pada periode Januari hingga Maret 2026 hanya mencapai 0,34 persen.
“Kalau kita melihat ekspor Januari sampai Maret 2026, itu tumbuhnya cuma 0,34 persen,” ujar Senantara.
Atas kondisi tersebut, Senantara mempertanyakan target yang hendak dicapai pemerintah apabila tambahan anggaran Kementerian Perdagangan disetujui.
“Dari pertumbuhan ini, Pak Menteri meminta tambahan anggaran, kira-kira target yang akan dicapai berapa?” kata Ketua DPW Partai NasDem Privinsi Bali itu.
Menurut Senantara, pemerintah harus menjelaskan secara terbuka hubungan antara tambahan anggaran dengan target peningkatan kinerja ekspor nasional.
Ia menilai setiap tambahan anggaran harus memiliki target yang terukur dan capaian yang jelas. Hal itu penting karena anggaran yang digunakan pemerintah berasal dari uang rakyat.
“Ini harus jelas karena sekali lagi saya katakan uang yang akan kita gunakan adalah uangnya rakyat,” tegasnya.
Senantara meminta agar besaran tambahan anggaran tidak hanya dilihat dari sisi kebutuhan kementerian, tetapi juga dikaitkan dengan dampak dan hasil yang akan diperoleh masyarakat.
“Pertumbuhan itu harus memadai juga dengan uang yang akan kita keluarkan,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong Kementerian Perdagangan menyusun target yang realistis sekaligus terukur dalam penggunaan anggaran 2027, terutama untuk meningkatkan kinerja perdagangan dan ekspor Indonesia.



































