Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ir. I Nengah Senantara.
Jakarta
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ir. I Nengah Senantara, menyoroti strategi investasi yang dijalankan PT TASPEN dan PT ASABRI di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD). Menurutnya, kedua perusahaan pelat merah tersebut harus semakin selektif dalam menentukan arah investasi agar mampu menjaga keberlanjutan dana pensiun sekaligus memberikan hasil optimal bagi para peserta.
Pernyataan itu disampaikan Senantara saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT TASPEN dan Direktur Utama PT ASABRI, Rabu (8/7/2026). Agenda rapat membahas evaluasi kinerja korporasi tahun 2025, penyampaian rencana kerja dan roadmap korporasi tahun 2026, serta sejumlah isu strategis lainnya.
Dalam rapat tersebut, Senantara mengingatkan bahwa TASPEN dan ASABRI pernah menghadapi persoalan investasi pada masa lalu. Karena itu, ia meminta jajaran direksi menjelaskan perkembangan portofolio investasi hingga tahun 2026, termasuk instrumen mana yang memberikan keuntungan terbesar dan investasi apa yang justru membebani kinerja perusahaan.
“Kita tahu bahwa persoalan yang terjadi di ASABRI maupun TASPEN itu kan ada salah investasi. Nah, dari report 2026 yang sudah berjalan ini, kira-kira investasi mana yang lebih menguntungkan, Pak? Dan mana investasinya yang justru menggerus keuntungan?” ujar Senantara.
Politisi NasDem asal Bali itu menilai evaluasi tersebut penting sebagai bahan untuk menyusun strategi investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Terlebih, kondisi perekonomian global saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian yang berpotensi memengaruhi kinerja investasi.
“Apalagi dalam kondisi ekonomi kita yang tidak baik-baik saja. Terus kurs US juga mengalami persoalan dan ini menjadi pertimbangan Bapak untuk berinvestasi di jangka panjang,” lanjutnya.
Senantara menegaskan, sebagai pengelola dana pensiun aparatur sipil negara, prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di lingkungan pertahanan, TASPEN dan ASABRI memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap keputusan investasi dilakukan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Ia berharap roadmap korporasi tahun 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan keuntungan, tetapi juga memperkuat manajemen risiko agar perusahaan mampu menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk gejolak nilai tukar dan perubahan kondisi pasar.
Menurut Senantara, strategi investasi yang tepat akan menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan keuangan kedua perusahaan sekaligus memastikan manfaat dana pensiun tetap terjaga bagi jutaan peserta di masa mendatang.



































