Foto: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa.
Karangasem
Satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Gus Par dan Wakil Bupati Guru Pandu di Karangasem diwarnai langkah-langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Pemerintah daerah menegaskan komitmen “tancap gas” menghadirkan perubahan nyata—bukan sekadar retorika—dengan fokus pada layanan dasar, infrastruktur, dan penguatan ekonomi rakyat.
Sejak awal, reformasi birokrasi menjadi fondasi. Proses dipangkas agar bantuan dan layanan publik bergerak lebih cepat dan transparan. Di sektor kesehatan, akses kian terjangkau dan mutu layanan meningkat; pendidikan diperkuat sebagai investasi masa depan; infrastruktur dikebut hingga pelosok; sementara isu air bersih, lingkungan, dan ekonomi warga ditangani secara simultan.
Infrastruktur Dikebut, Jalanan Dimuluskan
Dalam setahun, pemerintah daerah memuluskan 68,5 kilometer jalan, termasuk perbaikan drainase dan pemasangan lebih dari 103 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di lokasi strategis. Keluhan warga soal jalan rusak tetap ditindaklanjuti—terutama untuk ruas berstatus provinsi dan nasional—dengan pendekatan jemput bola mendesak pemerintah pusat agar percepatan perbaikan segera dilakukan.
Air Bersih dan Lingkungan
Krisis air ditangani melalui pemasangan lebih dari 9 kilometer pipa baru untuk memperluas distribusi ke desa-desa rawan, serta pembangunan sumur bor sebagai solusi di wilayah kering seperti Kubu. Di sisi lingkungan, pengelolaan sampah diperkuat lewat pemanfaatan mesin gibrig dan teba modern, mengolah residu plastik menjadi campuran aspal dan paving block.
Layanan Kesehatan Makin Kuat
Indikator kesehatan menunjukkan perbaikan signifikan. Angka stunting turun 3,47 persen dengan beroperasinya 13 Dapur Gizi (SPPG). Lebih dari 200 ribu warga kini terlindungi program UHC, sehingga berobat lebih tenang tanpa biaya. Respons darurat ditopang Ambulans AGUNG, sementara layanan diagnostik RSUD meningkat lewat CT Scan 64 slice, mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Pembangunan Sekolah Rakyat dimulai Desember 2025 dan ditargetkan siap menyambut tahun ajaran baru 2026. Revitalisasi ruang kelas juga berjalan dengan pengadaan 1.530 unit mebel untuk sekolah-sekolah baru dan yang direvitalisasi.
Ekonomi Rakyat Menguat
Penguatan ekonomi menyasar sektor pesisir, pertanian, dan peternakan. Kampung nelayan ditata dan nelayan menerima bantuan jukung. Di pertanian, irigasi diperbaiki dan Salak Sibetan menorehkan prestasi di ajang GHIAS. Peternak memperoleh 60 bibit sapi untuk meningkatkan produksi.
Respons Cepat dan Perlindungan Sosial
Dalam kondisi darurat, pencairan Bantuan Tak Terduga (BTT) kini dipangkas menjadi tiga minggu, dari sebelumnya hingga empat bulan. Layanan administrasi kependudukan dipercepat—puluhan ribu akta dan dokumen terbit dengan antrean minimal. Program BPJS Ketenagakerjaan, bedah rumah, serta fasilitasi pencari kerja melalui pelatihan kompetensi menghubungkan 1.214 orang ke peluang kerja. Di tingkat desa, 78 Koperasi Desa Putih menjadi penggerak ekonomi lokal.
Satu tahun berjalan, arah pembangunan Karangasem kian terukur: bergerak bersama, setahap demi setahap, menuju daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera—dari rakyat, oleh rakyat, untuk Karangasem.



































